— JAKARTA – PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,20 miliar sepanjang semester pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 296% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat Rp 2,07 miliar.

Meskipun kinerja laba meningkat pesat, saham JAYA pada perdagangan Rabu (29/7/2026) tercatat melemah 1,56% ke level Rp 126. Namun, dalam rentang satu bulan terakhir, saham emiten ini masih menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 5,88%.

Dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) JAYA berada di angka 0,76 kali, yang berarti masih berada di bawah 1. Rasio PBV ini mengukur perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai buku per saham emiten. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) JAYA berada di 6,13 kali secara annualized, yang membandingkan harga saham dengan laba per saham yang disetahunkan.

Lonjakan laba yang diraih JAYA ditopang oleh kenaikan pendapatan yang mencapai Rp 61,45 miliar. Angka ini melonjak 86% dari sebelumnya Rp 32,89 miliar pada semester I-2025. Beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan dari Rp 19,31 miliar menjadi Rp 29,57 miliar. Hal ini berdampak pada laba bruto JAYA yang melonjak menjadi Rp 31,88 miliar pada semester I-2026, naik dari Rp 13,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Armada Berjaya Trans Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan darat dan logistik.