Detak Media — JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun 2026. Perseroan melaporkan laba bersih mencapai Rp 1,12 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 37,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh beberapa faktor kunci, termasuk peningkatan skala bisnis pasca-merger dengan Mandala Finance dan membaiknya tren penjualan kendaraan di pasar ritel. Laporan keuangan yang dipublikasikan pada Jumat (31/7/2026) juga merinci bahwa laba bersih pada kuartal II-2026 melonjak 47,78% menjadi Rp 639,72 miliar, melampaui pertumbuhan 25,50% yang tercatat pada kuartal I-2026 dengan laba Rp 484,13 miliar.
Sejalan dengan peningkatan laba, total pendapatan Adira Finance juga mengalami kenaikan 9% secara tahunan, mencapai Rp 6,5 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan rata-rata aset yang dikelola, di mana piutang pembiayaan Adira Finance tercatat tumbuh 7% menjadi Rp 64,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja pembiayaan yang positif ini turut didukung oleh membaiknya industri otomotif sepanjang enam bulan pertama 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru dilaporkan meningkat 10% menjadi 3,3 juta unit, sementara penjualan ritel mobil baru naik 11% mencapai 434 ribu unit.
Di tengah ekspansi pembiayaan tersebut, Adira Finance berhasil menjaga kualitas asetnya. Rasio non-performing financing (NPF) tercatat sangat rendah, berada di level 0,05%. Kualitas aset yang terjaga ini berkontribusi pada penurunan beban penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 13% menjadi Rp 1,16 triliun.
Selain itu, laba perseroan juga ditopang oleh penurunan beban pendanaan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional dan pendanaan.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menegaskan komitmen perseroan untuk terus mengedepankan kualitas pembiayaan di tengah upaya ekspansi bisnis. “Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Senada dengan itu, Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyatakan bahwa pertumbuhan laba bersih didukung oleh kinerja operasional yang kuat dan pengelolaan biaya yang disiplin. “Ke depan, perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas,” kata Sylvanus Gani.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.