Detak Media — Perjalanan 25 tahun Billy Tjong di dunia mode dirayakan melalui persembahan koleksi bertajuk FUCHSIA. Koleksi ini merupakan refleksi mendalam atas kreativitas, keahlian, dan ekspresi diri yang telah ia bangun selama seperempat abad. Peragaan busana ini digelar dalam rangka BRIJF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Kelapa Gading Mal, Jakarta, pada Juli 2026.
Warna fuchsia memiliki makna personal yang kuat bagi Billy Tjong. Ia bercerita, inspirasi awal datang dari masa kecil saat menjaga toko kecantikan kakaknya. Sebuah merek dengan kemasan berwarna fuchsia yang mencolok berhasil menarik perhatiannya. “Warna itu paling eye-catching pada saat itu dan benar-benar melekat di kepala saya,” ujar Billy saat jumpa pers di Jakarta, akhir Juli 2026.
Pengalaman masa kecil tersebut terus membekas. Seiring Billy tumbuh menjadi seorang desainer, warna fuchsia secara konsisten hadir dalam berbagai karyanya. “Mungkin tidak selalu tampil penuh sebagai fuchsia, tetapi selalu ada sentuhannya. Misalnya bajunya serba hitam, tetapi bagian dalamnya ada warna fuchsia. Detail kecil yang mungkin tidak terlihat, tetapi tetap ada unsur fuchsia-nya,” jelasnya.
Kini, dalam momen yang ia anggap sebagai “comeback” ke dunia fashion, Billy Tjong ingin menjadikan fuchsia sebagai fokus utama. “Saya ingin bercerita, this is me, this is my favorite color. Inilah warna yang saya ingin orang-orang lihat sebagai bagian dari diri saya,” papar Billy.
Koleksi FUCHSIA tidak hanya tentang warna, tetapi juga merangkum perjalanan kreatif Billy Tjong selama ini. Sebanyak 28 tampilan (looks) disajikan, di mana setiap look terinspirasi dari fase-fase berbeda dalam kariernya. Koleksi ini merefleksikan ide, siluet, teknik, dan eksplorasi kreatif yang telah membentuk identitasnya sebagai desainer.
Billy Tjong mengungkapkan bahwa beberapa rancangan merupakan interpretasi baru dari karya-karya lamanya dengan pendekatan yang lebih kontemporer. Sementara itu, rancangan lainnya menunjukkan perkembangan filosofi desain serta keterampilan craftsmanship yang terus berevolusi.
Kolaborasi dan Tiga Ribu Murid
Presentasi koleksi ini juga mengusung semangat pertumbuhan melalui kolaborasi. Billy Tjong menggabungkan berbagai perspektif kreatif, termasuk 12 karya dari para muridnya dan satu desainer yang dipilih dari media sosial. Sisanya merupakan koleksi baru yang dibuat oleh tim Billy Tjong.
Sejak pandemi Covid-19, Billy Tjong memang aktif membuka sekolah mode. Kini, sekolahnya telah memiliki 3.000 murid dari seluruh Indonesia.
Siluet dan Detail Koleksi
Mengenai siluet, Billy menyebutkan bahwa ciri khasnya masih dipertahankan. “Lebih banyak menggunakan potongan fit and flare, ada banyak elemen transparan, beberapa desain yang lebih dramatis, serta tambahan embellishment,” ungkap Billy.
Ia menambahkan bahwa embellishment merupakan detail-detail hiasan pada busana. Selain itu, terdapat pula sentuhan Macramé yang ditawarkan dalam koleksi kali ini.
Berakar pada pendekatan khas Billy Tjong terhadap corsetry dan interpretasi modern mengenai feminitas, FUCHSIA menjadi refleksi sekaligus perayaan atas proses bertumbuh. Koleksi ini menelusuri kembali bagaimana perjalanan itu dimulai, berkembang, dan ke mana arahnya akan terus berlanjut.
Bagi Billy, hal terpenting adalah bagaimana ia mengomunikasikan karya agar disukai dan dibeli. “Kalau sebuah karya hanya menjadi pajangan, terlihat indah di runway, tetapi setelah itu masuk lemari tanpa arah yang jelas, rasanya sayang sekali. Itulah yang menjadi salah satu alasan saya kembali terjun ke industri ini. Di tengah kondisi ekonomi yang mungkin tidak mudah bagi semua orang, saya ingin mengajak kita bersama-sama melewati tantangan ini,” tandas Billy Tjong.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.