Detak Media — JAKARTA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) membukukan kinerja positif pada Semester I-2026. Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan struktur pendanaan, optimalisasi portofolio bisnis, serta inisiatif strategis yang berfokus pada penguatan pertumbuhan jangka panjang.
Salah satu langkah strategis yang telah dilaksanakan adalah tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN). Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan layanan kepada nasabah, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengalokasikan modal dan sumber daya ke area bisnis yang lebih potensial.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menyatakan bahwa kinerja semester I-2026 mencerminkan komitmen perseroan untuk membangun fondasi bisnis yang kuat agar mampu bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” ujar Henoch.
Per akhir Juni 2026, SMBC Indonesia mencatat penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp185,3 triliun. Pertumbuhan kredit terjadi di sejumlah segmen bisnis utama, termasuk kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 12,8% tahun ke tahun (yoy). Segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) mencatat pertumbuhan 9,9% yoy, sementara pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) tumbuh 8,7% yoy. Pembiayaan Grup OTO juga mengalami peningkatan sebesar 5,8% yoy.
Pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp8,6 triliun pada Semester I-2026. Pendapatan ini terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1,0 triliun.
Biaya kredit konsolidasi SMBC Indonesia tercatat turun 14,8% yoy menjadi Rp2,1 triliun. Penurunan ini sejalan dengan penerapan manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat pencadangan yang memadai untuk kualitas portofolio. Total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026.
SMBC Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun pada Semester I-2026, meningkat 40,3% yoy. Peningkatan ini termasuk hasil dari pengalihan portofolio kredit pensiun. Laba bersih setelah pajak SMBC Indonesia secara bank only tumbuh 86% yoy menjadi Rp1,066 triliun pada periode yang sama.
Kinerja positif anak usaha turut berkontribusi terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp655 miliar pada Semester I-2026, tumbuh 1,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp11 triliun atau naik 8,7% yoy. Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp382 miliar, meningkat 251,8% yoy, didukung oleh peningkatan pembiayaan 5,8% yoy dan biaya kredit yang lebih rendah.
Pendanaan dan Permodalan Tetap Kuat
SMBC Indonesia terus memperkuat struktur pendanaannya melalui pertumbuhan current account and saving account (CASA). Hingga akhir Juni 2026, saldo CASA meningkat 37,4% menjadi Rp60,1 triliun. Rasio CASA turut meningkat menjadi 47,5% dari 39,8%, didorong oleh pertumbuhan dana dari segmen korporasi, komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ritel. Pertumbuhan CASA di segmen UKM didukung oleh peningkatan penggunaan TOUCHBIZ, solusi digital yang dirancang untuk menyederhanakan aktivitas finansial bisnis para pelaku UKM.
“Penguatan CASA merupakan bagian penting dari upaya kami untuk membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien. Dengan likuiditas yang tetap kuat, kami memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat kapasitas Perseroan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” kata Henoch.
Permodalan perseroan juga tetap solid. Per 30 Juni 2026, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 30,7%.
Literasi dan Inklusi Keuangan
SMBC Indonesia berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan. Sepanjang Semester I-2026, kegiatan literasi keuangan perseroan menjangkau 4.830 partisipan melalui seminar dan 18 sesi konsultasi individual.
Melalui Program Daya, SMBC Indonesia menghadirkan inisiatif bagi guru SMK, komunitas perempuan, dan karyawan korporasi dengan materi pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan dana pensiun, hingga edukasi mengenai risiko pinjaman online dan utang konsumtif.
Untuk memperluas dampak edukasi, Daya mengembangkan kurikulum literasi keuangan “Masa Depan Lebih Bermakna melalui Kesiapan Finansial” bagi siswa SMK. Implementasi kurikulum diawali melalui training of trainers (TOT) bagi enam guru dari dua sekolah dan akan diterapkan kepada sekitar 1.000 siswa kelas X pada Agustus 2026. Pendampingan keuangan individual juga disediakan bagi para guru.
SMBC Indonesia memperluas akses masyarakat terhadap edukasi melalui platform digital Daya.id yang menyediakan konten di bidang keuangan, usaha, dan gaya hidup. Hingga akhir Juni 2026, Daya.id mencatat 451.558 pengunjung, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Platform ini telah memiliki lebih dari 238.000 pengguna terdaftar yang dapat mengakses lebih dari 5.000 konten edukatif, memperkuat peran Daya sebagai ekosistem pemberdayaan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.