— JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), emiten yang berada di bawah naungan Agung Sedayu dan Salim Group, membukukan kinerja keuangan yang impresif pada semester pertama tahun 2026. Pendapatan perusahaan melonjak 84% menjadi Rp 2,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut mendorong laba bersih perusahaan mencapai Rp 1,68 triliun, angka yang bahkan telah melampaui capaian setahun penuh pada 2025.

Pencapaian solid ini menggarisbawahi kemampuan CBDK dalam mengonversi pengembangan kawasan menjadi pertumbuhan laba yang signifikan, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjangnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran strategis Steven Kusumo, Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses, yang merupakan keponakan dari Sugianto Kusuma atau Aguan.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, CBDK juga mencatat peningkatan laba yang substansial. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 225% menjadi Rp 1,68 triliun. Margin laba bersih perusahaan juga meningkat pesat menjadi 76%, naik dari 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan optimalisasi monetisasi kawasan CBD PIK2, yang didukung oleh kontribusi penjualan kaveling tanah komersial dengan margin tinggi.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengapresiasi capaian positif yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang semester pertama tahun 2026. “Hasil kinerja CBDK pada semester ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam terus membangun dan memonetisasi kawasan ekosistem terintegrasi PIK2,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (4/8/2026).

“Di saat yang sama, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi pengembangan yang berkelanjutan di kawasan PIK2 agar tetap dipercaya dan dipilih sebagai lokasi strategis untuk ekspansi dan investasi jangka panjang para konsumen,” tambah Steven Kusumo.

Steven Kusumo juga menyoroti dampak positif dari operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang berjalan sesuai rencana. “Dengan telah beroperasinya NICE dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang berjalan sesuai dengan rencana, kami sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat,” tuturnya.

“Dengan berbagai pengembangan infrastuktur dan produk yang terus berjalan, kami optimistis PIK2 akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi bisnis dan pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir utara Jakarta,” tutup Steven Kusumo.