Detak Media — JAKARTA – Empat emiten sektor transportasi darat, yaitu PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), dan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), telah mengumumkan laporan kinerja keuangan mereka untuk semester I-2026. Secara umum, sebagian besar emiten mengalami pelemahan pada laba bersih, meskipun ada yang berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan. Namun, beberapa lainnya masih mencatatkan kerugian yang bahkan membengkak.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) tercatat mengalami penyusutan laba bersih pada periode Januari hingga Juni 2026. Blue Bird melaporkan laba bersih terkoreksi sebesar 4,5% menjadi Rp323 miliar, turun dari Rp339 miliar pada semester I-2025. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan bersih perusahaan naik 11,28% menjadi Rp2,97 triliun. Kenaikan beban usaha yang signifikan, dari Rp523,65 miliar menjadi Rp597 miliar, turut memukul laba usaha perseroan menjadi Rp320,61 miliar, lebih rendah dari Rp362,43 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Nasib serupa dialami WEHA. Laba bersih perusahaan melemah 14,02% dari Rp13,61 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp11,70 miliar pada semester I-2026. Pelemahan ini terjadi di tengah pertumbuhan penjualan bersih dari Rp152,52 miliar menjadi Rp168,68 miliar. Pertumbuhan pendapatan WEHA terutama ditopang oleh bisnis jasa angkutan antar kota yang naik 16,7%, menyumbang 94,4% dari total pendapatan. Segmen angkutan penumpang tumbuh 2,9%, sementara segmen lain mengalami penurunan 15,1%.
Direktur Finance & Accounting WEHA, Edgar Surjadi, menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan menunjukkan permintaan layanan transportasi tetap terjaga, khususnya pada bisnis angkutan antar kota. “Kami akan terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan operasional, sekaligus menjaga pengelolaan biaya agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan,” jelas Edgar dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Menyambut semester II-2026, WEHA akan memprioritaskan proyek kerja sama jangka panjang untuk layanan shuttle bagi pelanggan korporasi di lini usaha penyewaan bus pariwisata. Pada lini usaha intercity shuttle DayTrans, WEHA akan menguji coba armada minivan listrik (electric vehicle/EV) pada rute strategis untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan meningkatkan efisiensi. DayTrans juga akan mengoptimalkan rute yang ada dan mengembangkan rute baru sesuai potensi pasar. Sementara Explorer.ID akan memperkuat penawaran paket private trip untuk outing dan gathering perusahaan.
TAXI Jual Aset
Berbeda dengan BIRD dan WEHA, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp2,92 miliar pada semester I-2025 menjadi laba Rp1,22 miliar pada semester I-2026. Peningkatan laba ini seiring dengan lonjakan pendapatan perseroan menjadi Rp5,6 miliar. Namun, keuntungan TAXI ditopang oleh kontribusi penjualan aset tetap sebesar Rp1,82 miliar, yang turut menopang raihan laba neto tahun berjalan sebesar Rp1,20 miliar.
Nasib PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) justru lebih buruk. Kinerja pendapatan LRNA anjlok dari Rp34,95 miliar menjadi Rp26,63 miliar pada semester I-2026. Akibatnya, rugi tahun berjalan setelah dipotong pajak membengkak menjadi Rp15,82 miliar pada semester I-2026, dibandingkan dengan Rp12,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.