Detak Media — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berinovasi dalam menyediakan layanan kereta api kelas ekonomi yang tidak hanya terjangkau tetapi juga menawarkan kenyamanan yang meningkat. Melalui program Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI berupaya memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat, dengan penataan interior dan tempat duduk yang lebih ergonomis, serta tarif yang tetap bersahabat.
Saat ini, Kereta Ekonomi Kerakyatan dioperasikan pada KA Cikuray yang melayani rute Garut–Pasarsenen pulang pergi. Sejak layanan ini mulai diperkenalkan pada 11 Juni hingga 26 Juli 2026, tercatat sebanyak 79.450 penumpang telah menggunakan fasilitas ini pada KA Cikuray.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pemanfaatan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray merupakan wujud nyata peningkatan pelayanan KAI yang dirancang berdasarkan masukan dan kebutuhan pelanggan. “Pelanggan mengharapkan perjalanan yang tidak hanya ekonomis tetapi juga nyaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan kami kembangkan untuk memenuhi aspirasi tersebut, sehingga masyarakat memiliki opsi perjalanan antarkota dengan fasilitas yang terus membaik namun tarif tetap terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Data menunjukkan bahwa pada periode 11 Juni hingga 26 Juli 2026, KA Cikuray bersama Kereta Ekonomi Kerakyatan melayani 32.145 penumpang dari Garut menuju Pasarsenen dan 47.305 penumpang dari arah sebaliknya. Tingginya angka utilisasi ini menggarisbawahi peran penting KA Cikuray dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat di Garut, Bandung, Purwakarta, Bekasi, Jakarta, serta wilayah lain yang dilalui. Layanan ini secara signifikan membantu penumpang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berwisata, maupun bersilaturahmi dengan keluarga, tentunya dengan biaya yang lebih ringan.
Pengembangan Fasilitas dan Jangkauan Layanan
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan inovatif yang digagas oleh para insinyur KAI di Balai Yasa Manggarai. Proses pengembangan ini meliputi pembaruan pada bagian interior, penataan ulang konfigurasi tempat duduk, dan penggunaan kursi yang dapat diatur sesuai arah perjalanan. Penataan ulang ini bertujuan untuk memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang gerak yang lebih lapang bagi penumpang, sembari tetap mempertahankan kapasitas layanan yang optimal untuk transportasi publik.
Sebelum diaplikasikan pada KA Cikuray, konsep Kereta Ekonomi Kerakyatan telah diuji coba pada KA Tambahan rute Lempuyangan–Pasarsenen pada masa Angkutan Lebaran 2026, tepatnya dari 11 Maret hingga 5 April 2026. Selama periode tersebut, layanan ini telah dimanfaatkan oleh 24.398 penumpang, terbagi atas 12.262 penumpang untuk relasi Lempuyangan–Pasarsenen dan 12.136 penumpang untuk relasi Pasarsenen–Lempuyangan.
Secara total, sejak pertama kali diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah berhasil melayani 103.848 penumpang. Jumlah ini menjadi tolok ukur penting bagi KAI dalam melakukan evaluasi dan perancangan pengembangan layanan kelas ekonomi di masa mendatang. “Setiap peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau,” tegas Anne.
KAI berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi pelanggan, mengevaluasi pola perjalanan, tingkat utilisasi, serta pengalaman penumpang selama dalam perjalanan. Hasil evaluasi ini akan menjadi landasan krusial dalam menentukan arah peningkatan pelayanan dan pengembangan sarana kereta api yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berupaya agar kereta api senantiasa menjadi pilihan utama transportasi yang dekat dengan masyarakat. Tarif yang terjangkau harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati perjalanan antarkota dengan fasilitas yang memadai,” tutup Anne.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.