Detak Media — JAKARTA – Kapal pengangkut produk minyak, MT Transko Arafura, yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga, menunjukkan respons cepat dan sigap dalam misi penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Insiden darurat ini terjadi di perairan sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Laut Jawa.
Di bawah komando Capt. Hans Kurniadi Sofyan, kru MT Transko Arafura segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Melalui koordinasi yang erat dengan Basarnas, otoritas terkait, serta kapal-kapal lain di area tersebut, kru berhasil mengevakuasi 17 orang yang dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat.
Operasi penyelamatan ini merupakan bagian dari upaya terpadu yang melibatkan enam kapal lain dan satu kapal tug boat. Hingga kini, pencarian, evakuasi, dan pendataan korban secara keseluruhan masih terus berlangsung di bawah pengawasan otoritas yang berwenang.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa aksi kru MT Transko Arafura merupakan cerminan dari profesionalisme, kepedulian, dan kesiapsiagaan pekerja maritim Pertamina dalam menghadapi situasi darurat di laut.
“Keselamatan jiwa selalu menjadi prioritas utama. Kami bersyukur kru MT Transko Arafura dapat turut membantu proses penyelamatan para korban. Keberanian, profesionalisme, dan koordinasi yang ditunjukkan oleh nahkoda beserta seluruh kru mencerminkan nilai kemanusiaan yang senantiasa menjadi bagian dari budaya kerja pekerja Pertamina dalam memberikan pertolongan di situasi darurat,” ujar Kitty dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2026).
Kitty menambahkan, Pertamina Patra Niaga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Perusahaan juga berharap agar seluruh korban yang masih dalam proses pencarian segera ditemukan. Doa juga dipanjatkan agar seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.
MT Transko Arafura sendiri adalah kapal tanker produk minyak milik PT Pertamina Trans Kontinental yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Patra Niaga. Kapal berbendera Indonesia yang dibangun pada tahun 2016 ini memiliki kapasitas sekitar 3.500–3.650 deadweight tonnage (DWT) dan telah mendapatkan klasifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Sebagai salah satu armada vital dalam distribusi energi nasional, MT Transko Arafura berperan penting dalam pengangkutan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) ke berbagai wilayah di Indonesia, dengan selalu mengedepankan standar keselamatan, keandalan operasional, dan kesiapsiagaan dalam setiap pelayaran.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.