— JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB), melakukan transformasi dan standardisasi baru pada area istirahat atau rest area. Langkah ini mendapat apresiasi positif dari Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Pembenahan tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tol.

Dony Oskaria menyampaikan apresiasinya saat meninjau Travoy Rest KM 88A dan 88B di Jalan Tol Cipularang pada Selasa (21/7/2026). Peninjauan tersebut mencakup rencana pengembangan kawasan, mulai dari penataan area, peningkatan kapasitas parkir, perbaikan fasilitas umum, hingga penambahan layanan baru demi kenyamanan pengguna jalan.

Saat ini, Jasa Marga Group mengelola total 62 rest area, baik yang dikelola langsung oleh JMRB maupun melalui mitra. Dari jumlah tersebut, 26 rest area yang berada di bawah pengelolaan JMRB ditargetkan untuk bertransformasi menjadi Travoy Rest dengan standar baru secara bertahap hingga 2027.

Dony menegaskan bahwa standar pelayanan baru ini tidak hanya berlaku untuk rest area yang dikelola BUMN. Ia berharap standar ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pengelola rest area di Indonesia. “Kami juga akan memberitahukan kepada pengelola rest area yang bukan milik kita. Jika mereka tidak mau mengikuti standar yang ditetapkan, kami akan memblokir dan menutup aksesnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” ujar Dony dikutip dari keterangan pers, Jumat (24/7/2026).

Menurut Dony, kebersihan dan kerapian menjadi aspek utama dalam transformasi rest area sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. “Yang utama adalah kebersihan dan kerapian. Prinsip yang dipegang Bapak Presiden adalah agar seluruh pelayanan publik menjadi lebih baik,” katanya.

Transformasi Travoy Rest mencakup peningkatan berbagai fasilitas. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi toilet, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan pengembangan area kuliner lokal yang telah melalui proses kurasi. Konsep green rest area juga diperkuat melalui pembangunan koridor hijau, sistem pengelolaan limbah (waste management), dan fasilitas pengolahan air (water treatment).

Peningkatan Kualitas Layanan

Direktur Utama Jasa Marga (JSMR), Rivan A Purwantono, menyatakan bahwa standardisasi Travoy Rest merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jalan.

“Transformasi Travoy Rest kami lakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga dengan memperkuat kualitas layanan dan aspek keberlanjutan. Kami ingin Travoy Rest berkembang dari sekadar tempat beristirahat menjadi destinasi singgah yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman berkesan bagi pengguna jalan,” ujar Rivan.

Melalui transformasi ini, Jasa Marga juga mendorong seluruh mitra pengelola untuk melakukan pembenahan sesuai standar yang telah ditetapkan. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan kualitas layanan yang lebih merata di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan memperkuat ekosistem kendaraan listrik, mendorong pertumbuhan UMKM dan kuliner lokal, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.