— Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) direncanakan sebagai jalur penghubung antarmoda transportasi yang dirancang untuk kemudahan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Anjungan pejalan kaki ini akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang mengedepankan aksesibilitas. Fasilitas tersebut meliputi elevator, eskalator, jalur landai (ramp), serta guiding block atau ubin pemandu taktil yang khusus ditujukan bagi penyandang tunanetra.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, menjelaskan bahwa seluruh akses menuju pedestrian deck dirancang menggunakan eskalator untuk menghindari pengguna menaiki tangga secara manual. Sementara itu, keberadaan elevator sangat penting untuk memudahkan mobilitas pengguna kursi roda, lansia, ibu hamil, dan orang tua yang membawa kereta bayi (stroller).

“Untuk pengguna berkebutuhan khusus kami menyediakan elevator. Selain itu, tersedia ramp, eskalator, dan jalur pemandu taktil. Mengingat posisi dek cukup tinggi, penggunaan eskalator akan membuat masyarakat lebih nyaman saat berpindah,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Mengurangi Kepadatan di Terowongan Kendal

Selain meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, Pedestrian Deck Dukuh Atas juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan penumpang yang selama ini terkonsentrasi di Terowongan Kendal. Terowongan ini saat ini masih menjadi jalur utama perpindahan antarmoda di kawasan Dukuh Atas.

TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, mengatakan bahwa pedestrian deck ini diharapkan dapat membagi arus pejalan kaki sehingga kepadatan di Terowongan Kendal berkurang. “Masyarakat nantinya memiliki alternatif jalur yang lebih nyaman untuk berpindah moda transportasi,” kata Sagita.

Target Rampung 2028

Pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas dijadwalkan dimulai pada November 2026 dan ditargetkan selesai pada 2028. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Jalur pejalan kaki layang tersebut akan menghubungkan empat kuadran kawasan yang selama ini dipisahkan oleh Sungai Ciliwung dan Jalan Jenderal Sudirman. Kehadirannya juga akan memperkuat integrasi enam moda transportasi publik, yaitu MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan Transjakarta.

Dukuh Atas merupakan salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta karena mempertemukan berbagai moda angkutan massal berbasis rel maupun jalan. Tingginya mobilitas penumpang setiap hari menuntut tersedianya infrastruktur pejalan kaki yang terintegrasi, aman, nyaman, dan mampu menampung arus pengguna dalam jumlah besar.

Dukung Pengembangan Kawasan Berbasis Transit (TOD)

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas adalah bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dalam konsep TOD, konektivitas pejalan kaki menjadi elemen utama agar perpindahan antarmoda dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan efisien.

Proyek ini juga mencerminkan komitmen MRT Jakarta dalam menghadirkan layanan transportasi yang inklusif melalui penerapan prinsip universal design. Kehadiran elevator, jalur landai, eskalator, dan ubin pemandu taktil diharapkan memungkinkan penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya melakukan perjalanan secara mandiri, aman, dan nyaman.