— JAKARTA – IPC Terminal Petikemas (TPK) Panjang mencatatkan kinerja impresif pada semester pertama tahun 2026. Perusahaan melaporkan lonjakan arus petikemas sebesar 73,7% pada bulan Juni 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan signifikan ini didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya. Pertumbuhan pesat trafik peti kemas internasional untuk sektor ekspor dan impor, serta penguatan interkoneksi logistik untuk sektor domestik, turut berkontribusi pada pencapaian ini.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini menegaskan peran strategis Pelabuhan Panjang sebagai gerbang utama arus barang di gerbang selatan Pulau Sumatera.

“Lonjakan arus peti kemas yang luar biasa pada bulan Juni ini merupakan hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam merespons dinamika pasar logistik secara adaptif,” ujar Daniel Setiawan dalam keterangan rilisnya, Jumat (31/7/2026).

Faktor utama yang mendorong lonjakan di lapangan secara spesifik disumbang oleh penambahan satu kapal ad hoc oleh Pulau Laut Lines. Langkah ini berhasil mengurai kebutuhan kapasitas angkut internasional. Selain itu, pembukaan layanan baru (new service) oleh PT Buaya Mas Prima juga berimplikasi langsung pada peningkatan trafik peti kemas domestik antarpulau.

Keberhasilan operasional ini didukung penuh oleh keandalan sistem bongkar muat terminal dan kolaborasi erat antara IPC TPK dengan para mitra pelayaran serta seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.

“Kami berharap perluasan jaringan pelayaran dari para mitra ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi IPC TPK Panjang dalam memfasilitasi kelancaran rantai di gerbang logistik Sumatera bagian selatan,” tutup Daniel.