— JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menjajaki potensi investasi dengan perusahaan asal China, Guangxi Beibu Gulf Investment Group, untuk pengembangan kawasan pendukung Jalan Tol Solo–Yogyakarta dan Yogyakarta–Bawen. Salah satu tawaran yang diajukan adalah pembangunan rest area dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 220 miliar.

Ketertarikan Guangxi Beibu Gulf Investment Group ini mengemuka saat kunjungan ke Gerbang Tol Purwomartani, Sleman, Yogyakarta. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara kedua perusahaan sejak sekitar satu tahun lalu.

Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk, Ari Respati, menjelaskan bahwa Guangxi merupakan salah satu perusahaan investasi besar di China yang memiliki portofolio di berbagai sektor strategis. Sektor tersebut mencakup infrastruktur, jalan tol, properti, teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga cloud data.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan Guangxi Beibu Gulf Investment Group. Selama satu tahun terakhir kami telah menjalin kerja sama melalui MoU, termasuk mengirimkan sejumlah tenaga kerja Jasa Marga ke Guangxi untuk mempelajari langsung perkembangan teknologi jalan tol di China,” ujar Ari pada Rabu (5/8/2026).

Ari menambahkan, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Jasa Marga dalam mengadopsi teknologi pengelolaan jalan tol modern yang telah diterapkan di China untuk kemudian diimplementasikan di Indonesia.

Ia mengungkapkan, Guangxi menaruh perhatian khusus pada proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta dan Yogyakarta–Bawen. Perusahaan tersebut memandang koridor Semarang–Solo–Yogyakarta berpotensi menjadi golden triangle baru yang akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor perdagangan, pertanian, hingga pariwisata. Oleh karena itu, mereka melihat peluang investasi yang sangat menarik,” tuturnya.

Sebagai langkah awal, Jasa Marga menawarkan sejumlah peluang investasi di area rest area pada ruas tol tersebut. Salah satunya adalah pembangunan rest area KM 25 arah Jakarta dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 220 miliar.

Selain itu, Jasa Marga juga menawarkan peluang pengembangan rest area di KM 19 arah Solo, serta beberapa titik lain di ruas Tol Yogyakarta–Bawen.

“Kami menawarkan proyek yang relatif cepat direalisasikan, yakni sektor properti berupa pembangunan rest area. Nilai investasinya sekitar Rp 220 miliar dan mereka terlihat cukup tertarik,” kata Ari.

Hingga kini, Guangxi Beibu Gulf Investment Group masih melakukan kajian mendalam terhadap berbagai peluang investasi yang ditawarkan. Ari menyatakan bahwa perusahaan tersebut belum menetapkan besaran dana pasti yang akan diinvestasikan.

“Yang menarik, mereka tidak hanya menawarkan investasi, tetapi juga membawa teknologi yang dapat diterapkan dalam pembangunan maupun pengelolaan jalan tol di Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini, kedua belah pihak masih melanjutkan diskusi teknis, termasuk pertukaran data guna menghitung potensi bisnis dan menyusun skema kerja sama yang paling sesuai.

Jasa Marga berharap setidaknya satu proyek investasi dapat terealisasi pada kuartal IV 2026. Perseroan juga membuka opsi skema join investment apabila diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan proyek.

“Kami berharap pada kuartal IV tahun ini sudah ada satu investasi yang terealisasi. Kami juga terbuka apabila diperlukan skema investasi bersama agar proyek dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” pungkas Ari.