— JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya transaksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai triliunan rupiah di pasar negosiasi pada Jumat, 17 Juli 2026. Transaksi ini melibatkan investor asing yang menggunakan broker JP Morgan Sekuritas.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, investor asing melakukan transaksi senilai Rp 1,2 triliun dengan harga rata-rata Rp 6.400 per saham. Jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 1,9 juta lot.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang dirilis terkait transaksi saham Bank Central Asia (BBCA) di pasar negosiasi BEI tersebut. Namun, pada perdagangan yang sama, saham BBCA tercatat melonjak 4,02% ke level Rp 6.475. Secara keseluruhan, 319,19 juta saham BBCA diperdagangkan dengan frekuensi 56.469 kali, menghasilkan nilai transaksi Rp 2,04 triliun. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 698,29 miliar pada saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini.

Perlu dicatat, saham BBCA telah menunjukkan tren positif sejak Kamis, 16 Juli 2026, ditutup menguat 1,63% dengan net buy asing Rp 186,75 miliar. Sebelumnya, sejak 10 hingga 15 Juli 2026, saham bank swasta ini cenderung mencatat net sell dari investor asing.

Menyikapi pergerakan saham BBCA, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Rekomendasi tersebut menyarankan titik masuk di kisaran Rp 6.275-6.475 dengan target take profit di Rp 6.575. Saham BBCA berpotensi menuju resistance kedua di Rp 6.875 jika mampu menembus resistance pertama di Rp 6.575. KB Valbury Sekuritas juga menyarankan untuk melakukan stoploss jika saham BBCA turun ke level Rp 5.975.