— PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali memperkuat posisinya di sektor non-batu bara dengan mengamankan fasilitas pinjaman senilai US$ 155 juta, setara dengan Rp 2,7 triliun. Pinjaman ini diberikan oleh Bank DBS Indonesia dan ditandatangani dalam sebuah perjanjian fasilitas.

Perjanjian tersebut melibatkan Indika Energy sebagai pihak utama, bersama dengan beberapa anak perusahaannya sebagai penanggung awal. Anak perusahaan yang turut serta dalam perjanjian ini meliputi PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers And Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. Bank DBS Indonesia bertindak sebagai pemberi pinjaman, agen pembiayaan, bank rekening, dan agen jaminan.

Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan Indika Energy, menjelaskan bahwa kelima anak perusahaan tersebut dimiliki sepenuhnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh Indika Energy. Penandatanganan ini juga mencakup Surat Fasilitas, Dokumen Jaminan termasuk Perjanjian Konfirmasi Jaminan, dan Surat Tambahan untuk Perjanjian Antarkreditur.

Fasilitas pinjaman ini dijamin secara pari passu, sesuai dengan ketentuan dalam Indenture yang mengatur Surat Utang Senior Perseroan dengan tingkat bunga 8,75% dan jatuh tempo pada tahun 2029. Dana pinjaman ini akan digunakan secara eksklusif untuk membiayai belanja modal terkait pengembangan proyek tambang emas yang berlokasi di Sulawesi Selatan, Indonesia. Proyek ini dijalankan oleh PT Masmindo Dwi Area, sebuah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Indika Energy.

Adi Pramono menambahkan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari upaya transisi Indika Energy dari bisnis batu bara menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembangkan lini bisnis baru di luar komoditas utama yang selama ini menjadi tulang punggungnya.

Sementara itu, pada perdagangan Rabu (6/8/2026), saham Indika Energy (INDY) tercatat melemah 1,54% ke level Rp 2.550. Meskipun demikian, dalam sebulan terakhir, saham perusahaan ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan mencapai 30,77%. Dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) Indika Energy tercatat hanya 0,62 kali, dengan nilai buku per saham berada di kisaran Rp 4.120-an menurut aplikasi Stockbit Sekuritas.