— Permintaan emas fisik di China, pasar konsumen logam mulia terbesar di dunia, dilaporkan berada di dekat level terendah dalam 10 tahun pada Juni 2026. Penurunan ini terjadi meskipun harga emas mengalami pelemahan, mengindikasikan bahwa valuasi yang lebih rendah belum mampu membangkitkan kembali minat pasar.

Menurut laporan World Gold Council (WGC) yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026), penarikan emas dari Shanghai Gold Exchange (SGE) pada Juni 2026 meningkat 36% menjadi 87 ton dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, permintaan emas di tingkat grosir secara keseluruhan masih mendekati level terendah dalam satu dekade terakhir.

Kondisi ini disebabkan oleh lemahnya konsumsi perhiasan yang membuat produsen kesulitan untuk membangun kembali persediaan mereka. WGC menyatakan bahwa pelemahan yang terus berlanjut pada konsumsi emas perhiasan membuat produsen dan pengecer enggan melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Permintaan emas fisik di China menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar emas global, mengingat statusnya sebagai pusat konsumen logam mulia terbesar di dunia. Berlanjutnya tren pelemahan dalam pembelian memberikan sinyal yang signifikan.

Selama paruh pertama 2026, investor dan pelaku pasar menarik total 598 ton emas dari SGE. Angka ini menunjukkan penurunan 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan 27% di bawah rata-rata 10 tahun, menurut WGC.

Di sisi lain, harga emas relatif stabil sepanjang Juli 2026, diperdagangkan sekitar US$ 4.013,28 per troy ounce pada Jumat pagi. Meskipun demikian, harga tersebut turun hampir 8% dari level awal tahun.

Meskipun harga turun dan permintaan melemah, Bank Sentral China (PBOC) tetap melanjutkan pembelian emas selama 20 bulan berturut-turut, menambah total 82 ton logam mulia. Dengan tambahan ini, total cadangan emas China kini mencapai 2.346 ton.

ETF Emas Juga Mengalami Pelemahan

Pada Juni 2026, investor China mencairkan Exchange Traded Fund (ETF) emas senilai US$ 2,2 miliar, menandai bulan terburuk yang pernah tercatat untuk produk investasi tersebut, demikian WGC. Hal ini menyebabkan penurunan kepemilikan ETF emas sebesar 17 ton menjadi 277 ton.

Jika digabungkan dengan penurunan harga emas, total aset kelolaan (AUM) ETF emas China mengalami penurunan sebesar 16%, mencapai level terendah sejak Desember 2025. Periode ini justru mencatat tren terkuat untuk ETF emas China, di mana permintaan mencapai 29 ton dan total AUM meningkat sebesar 1%.