Detak Media — JAKARTA – Pergerakan saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH), emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum, menunjukkan tren positif. Pada sesi I perdagangan Kamis (30/7/2026), saham BACH kembali menguat 8,27% ke level Rp 720. Perdagangan saham ini melibatkan 289,81 juta lembar dengan frekuensi 26.278 kali, mencapai nilai transaksi Rp 203,28 miliar. Sejak Senin (27/7/2026), saham BACH secara konsisten berada di zona hijau.
Penguatan saham BACH ini terjadi setelah PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), sebuah entitas Grup Djarum, melakukan aksi borong saham. GTP mengumumkan telah melaksanakan opsi pembelian sebanyak 1.042.227.300 saham BACH pada harga Rp 442 per lembar pada 14 Juli 2026, dengan total nilai transaksi Rp 460,66 miliar.
“Tujuan transaksi ini adalah pelaksanaan perjanjian opsi,” demikian keterangan resmi GTP yang dikutip pada Rabu (15/7/2026). Setelah transaksi tersebut, kepemilikan GTP di BACH meningkat menjadi 2.083.059.300 saham atau 51%, naik dari sebelumnya yang berjumlah 1.040.832.000 saham (25,48%).
Mengacu pada prospektus IPO Bach Multi Global, pada 7 Januari 2026, pemegang saham BACH, yaitu PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), telah menandatangani perjanjian opsi. GTP, yang merupakan bagian dari Grup Djarum melalui Iforte, mendapatkan hak opsi untuk membeli saham BMSI. Perjanjian ini mewajibkan BMSI untuk menjual saham BACH kepada GTP hingga kepemilikan GTP mencapai 51% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Manajemen BACH dalam prospektus menyatakan bahwa pelaksanaan hak opsi oleh GTP tidak dapat dibatalkan. Pada 13 Maret 2026, GTP telah mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada BMSI untuk melaksanakan hak opsinya, meminta BMSI menjual 1.042.227.300 saham BACH miliknya dengan harga pelaksanaan Rp 442 per saham.
Penyelesaian transaksi jual beli saham opsi ini dijadwalkan selambat-lambatnya lima hari kerja setelah tanggal pencatatan saham BACH di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah penyelesaian opsi, GTP akan menguasai 51% saham perseroan. Proforma modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan pelaksanaan opsi menunjukkan kepemilikan BMSI sebesar 26,77%, GTP 51%, dan masyarakat 15,06%.
PT Bach Multi Global (BACH) melakukan pencatatan saham perdana di BEI pada 8 Juli 2026. Tanggal 14 Juli merupakan hari kerja keempat setelah IPO. BACH menawarkan 15,06% saham ke publik dengan harga Rp 442 per saham, menghasilkan total nilai IPO sebesar Rp 271,83 miliar. Perusahaan yang didirikan pada September 2006 ini awalnya bergerak di bidang penjualan genset untuk sektor telekomunikasi, kemudian memperluas cakupannya ke jasa konstruksi, pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, serta penjualan dan penyewaan genset untuk sektor non-telekomunikasi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.