Detak Media — Google Earth secara resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui fitur Nano Banana, yang memungkinkan pengguna memvisualisasikan peta berdasarkan instruksi teks. Fitur ini mengubah citra satelit dan foto udara menjadi konsep visual yang presisi menggunakan data spasial tiga dimensi.
Fitur baru ini disematkan pada bilah alat utama layanan peta Google Earth. Sistem AI menangkap sudut pandang layar aktif sebagai masukan awal untuk menghasilkan rekaan gambar. Pengguna dapat memberikan perintah teks, misalnya untuk menambahkan jalur sepeda atau area taman hijau pada ruang publik.
Aplikasi Nano Banana untuk Rekonstruksi Sejarah dan Desain
Dalam bidang pendidikan, fitur ini memungkinkan para pengajar merekonstruksi pemandangan kota kuno seperti Pompeii pada tahun 78 Masehi secara detail. AI Gemini juga membantu menyusun infografis sejarah saat pengguna mengamati monumen seperti Statue of Liberty, menyajikan data penting tanpa perlu membuka halaman lain.
Bagi arsitek dan perancang kota, Nano Banana memfasilitasi perancangan visualisasi kawasan komersial baru di lahan kosong sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemilik rumah juga dapat mensimulasikan ide renovasi rumah impian langsung di atas peta daratan mereka. Pengulas teknologi David Gewirtz bahkan mencoba rekaan adegan fiksi ilmiah di kota Philadelphia.
Kemampuan dan Batasan Nano Banana 2
Model generator Nano Banana 2 mendukung pembuatan berkas visual beresolusi tinggi, mulai dari 512px hingga resolusi 4K. Perangkat lunak ini mampu menjaga konsistensi hingga lima karakter dan belasan objek pendukung secara bersamaan, dengan kecepatan pemrosesan tinggi yang memungkinkan eksperimen perbaikan draf gambar berulang kali dalam waktu singkat.
Setiap karya gambar rekaan otomatis dilengkapi tanda air transparan untuk membedakannya dari citra satelit asli. Pengguna hanya dapat menyimpan hasil karya visual tersebut ke dalam folder proyek pribadi di dalam sistem. Pihak pengembang belum menyediakan fitur pengunduhan langsung berkas gambar ke penyimpanan lokal komputer.
Kehadiran platform ini mengubah peta navigasi konvensional menjadi sarana eksplorasi kreatif yang interaktif. Peluncuran fitur ini diprediksi akan mempercepat adopsi teknologi AI dalam bidang pendidikan dan perencanaan wilayah secara global, memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengeksplorasi dunia secara fleksibel.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.