Detak Media — JAKARTA – Meraih beasiswa kuliah tidak melulu melalui jalur prestasi akademik. Sejumlah generasi Z justru berhasil mendapatkan kesempatan emas tersebut lewat jalur prestasi sebagai kreator konten hingga atlet.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Almeyda Nayara, seorang Gen Z yang hobi membuat konten traveling dan gaya hidup. Hobinya ini berbuah manis dengan diterimanya beasiswa penuh 100% di Universitas Bina Nusantara (Binus) melalui program Beasiswa Binusfluencer untuk jurusan komunikasi massa. Ia telah menerima beasiswa ini selama dua tahun.
“Saya memulai semuanya dari ketertarikan untuk membuat konten dan berbagi hal-hal yang saya sukai. Dalam menjalani proses tersebut, saya selalu mengkomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada orang tua. Dukungan, kepercayaan, dan restu dari mereka membuat saya semakin yakin untuk terus mengembangkan kreativitas secara positif. Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ini dapat membuka kesempatan bagi saya untuk memperoleh beasiswa. Bagi saya, kreativitas bukan hanya membuka peluang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi cara untuk menghadirkan konten yang positif, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi lebih banyak orang,” cerita Almeyda Nayara dalam acara peluncuran program beasiswa Binus University di Jakarta, pekan ini.
Nayara merasa beruntung karena jurusan yang dipilihnya sejalan dengan hobinya dalam membuat konten. Ia menambahkan bahwa pihak kampus memberikan dukungan penuh sejak awal ia bergabung. “Sejak awal saya masuk Binus, saya benar-benar merasa didukung secara penuh. Menurut saya, ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat besar dari BINUS terhadap kreativitas anak muda, khususnya di bidang kreativitas digital,” ujar Nayara.
Pengalaman paling berkesan bagi Nayara adalah dukungan kampus dalam proses pembuatan konten. “Saya juga senang karena selalu mendapatkan arahan serta pendampingan dari tim Binusfluencer. Jadi saya tidak pernah bingung harus membuat konten seperti apa. Selain itu, kami juga sering berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bertukar ide. Semua itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ungkap Nayara.
Selain itu, Nayara menjelaskan bahwa penerima beasiswa tidak hanya didorong untuk menjadi kreator konten yang bertanggung jawab, tetapi juga dituntut untuk mempertahankan prestasi akademik. “Sebagai penerima beasiswa, tentu ada terms and conditions yang harus dipenuhi. Misalnya, IPK harus tetap di atas 3,5 dan kami juga harus menjaga kehadiran. Kesempatan absensi di Binus juga terbatas, sehingga hal tersebut melatih kedisiplinan kami,” kata Nayara.
Kisah serupa juga dialami oleh Keira Hadinoto, seorang atlet renang yang menerima Beasiswa Student Athlete dari universitas yang sama. “Orang tua menekankan supaya saya tetap mengutamakan kuliah sebagai bekal nanti kalau saya sudah tidak menjadi atlet lagi. Ternyata di Binus University menyediakan beasiswa untuk atlet dan saya akhirnya mendapatkan beasiswa ini,” kata Keira dengan gembira.
Program beasiswa memang diminati banyak talenta muda dengan potensi yang terus berkembang di berbagai bidang. Namun, kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas masih belum merata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia baru mencapai sekitar 31,45%, sementara target pemerintah pada 2029 adalah 38,04%. Kondisi ini mengindikasikan masih banyak lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS University kembali menghadirkan BINUS Scholarship untuk perkuliahan tahun akademik 2027/2028. Program ini dirancang untuk mendukung talenta muda Indonesia mengembangkan potensi di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, kreativitas digital, kepemimpinan, hingga kontribusi sosial. Melalui berbagai skema beasiswa, BINUS University berupaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang melahirkan talenta muda siap berkarya untuk Indonesia.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa BINUS Scholarship bertujuan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan mempersiapkan masa depan. “BINUS Scholarship bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan. Kami ingin setiap mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan potensi akademik, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi Indonesia,” ujar Dr. Nelly.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.