Detak Media — JAKARTA – Meskipun menghadapi penurunan harga emas paling signifikan dalam lebih dari satu dekade, sektor pertambangan Freeport-McMoRan tetap menunjukkan performa yang kuat. Kinerja positif ini didukung oleh harga emas dan tembaga yang stabil, yang berkontribusi pada pertumbuhan laba bersih perusahaan.
Pada kuartal kedua tahun 2026, laba bersih yang disesuaikan oleh Freeport-McMoRan mencapai US$1,1 miliar, atau setara dengan US$0,74 per saham. Angka ini merupakan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$790 juta atau US$0,54 per saham. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga mengalami kenaikan menjadi US$984 juta atau US$0,68 per saham.
Presiden dan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, menyatakan kepuasannya terhadap hasil yang dicapai. “Tim kami mencapai hasil yang kuat pada kuartal kedua, didukung oleh eksekusi yang solid dari rencana operasional kami dan penetapan harga yang menguntungkan untuk produk kami,” ujar Quirk. Ia menambahkan bahwa kemajuan stabil dalam peningkatan produksi Grasberg serta kinerja operasional yang sangat baik di Amerika menjadi faktor kunci peningkatan laba bersih tahunan.
Selama kuartal tersebut, Freeport memproduksi 192.000 ons emas dan menjual 123.000 ons. Produksi emas masih dibatasi oleh proses pemulihan bertahap di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Indonesia, yang operasinya terus ditingkatkan pasca-insiden longsor pada September 2025. Sementara itu, produksi tembaga Freeport-McMoRan mencapai 786 juta pon dengan penjualan sebesar 710 juta pon.
Grasberg diakui sebagai salah satu aset emas utama di dunia. Diperkirakan, tambang bawah tanah ini akan mampu menghasilkan sekitar 1,3 juta ons emas dan 1,7 miliar pon tembaga setiap tahunnya saat beroperasi penuh. Oleh karena itu, keberhasilan pemulihan operasi tambang ini menjadi salah satu perkembangan yang paling dinanti di sektor pertambangan.
Ke depannya, Freeport memperkirakan akan menjual sekitar 650.000 ons emas pada tahun 2026, dengan asumsi rata-rata harga emas di level US$4.000 per troy ounce untuk paruh kedua tahun ini. Dalam skenario ini, perusahaan memproyeksikan arus kas operasional setahun penuh akan mencapai US$8,3 miliar, menunjukkan potensi penghasilan yang substansial bagi produsen utama meskipun terjadi koreksi harga emas.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.