Detak Media — JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah mengonfirmasi dimulainya proses disiplin terhadap tim nasional Argentina. Investigasi ini mencakup beberapa insiden yang terjadi selama gelaran Piala Dunia 2026, termasuk penggunaan bendera Malvinas dan kericuhan yang melibatkan pemain saat laga final.
Argentina diketahui terlibat dalam beberapa kasus selama turnamen akbar tersebut. Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah ketika beberapa pemain Argentina membentangkan bendera bertuliskan ‘Las Malvinas Son Argentinas’ atau ‘Pulau Malvinas adalah Milik Argentina’ usai kemenangan mereka atas Inggris di babak semifinal.
Malvinas, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Falklands, merupakan wilayah sengketa antara Argentina dan Inggris. Kedua negara pernah terlibat dalam konflik bersenjata selama 74 hari pada tahun 1982, yang berakhir dengan penguasaan Inggris atas kepulauan tersebut.
Pembentangan bendera Malvinas oleh para pemain Argentina tersebut dinilai berpotensi melanggar Pasal 13 Ayat 2c Kode Disiplin FIFA. Pasal ini mengatur bahwa ajang olahraga tidak boleh dimanfaatkan untuk tujuan demonstrasi yang bersifat non-olahraga.
Selain isu bendera, FIFA juga menyelidiki insiden kericuhan yang terjadi di final Piala Dunia 2026. Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah pemain Argentina terlibat dalam adu mulut dan saling dorong, bahkan diduga terjadi aksi pemukulan terhadap salah satu pemain Spanyol.
Beberapa nama pemain dan staf Argentina yang disebut terlibat dalam kericuhan tersebut antara lain Leandro Paredes, Thiago Almada, Nahuel Molina, serta pelatih Roberto Ayala.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.