— Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), mengumumkan pembaruan informasi mengenai rencana aksi korporasi rights issue. Perseroan menargetkan perolehan dana hingga Rp 1,5 triliun dengan harga pelaksanaan Rp 250 per lembar saham.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Stockbit Sekuritas pada Senin (3/8/2026), BUVA berencana menerbitkan sebanyak 6,2 miliar saham baru. Aksi ini akan memberikan rasio 4 saham lama untuk mendapatkan 1 hak memesan efek terlebih dahulu (rights), dengan potensi dilusi saham hingga 20%.

Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk beberapa tujuan strategis. Sebagian dana akan digunakan sebagai penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai. Dana tersebut selanjutnya akan dipakai untuk mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence dan membiayai pengembangan proyek West Resort di Uluwatu.

Selain itu, dana rights issue juga akan dialokasikan untuk pembayaran dipercepat atas seluruh pokok utang pinjaman pembiayaan. Pembangunan infrastruktur untuk proyek Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud juga masuk dalam pos penggunaan dana.

Penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa juga menjadi salah satu tujuan penggunaan dana, guna mendukung pengembangan infrastruktur kawasan wisata terpadu di Lagoi, Bintan. Hal ini menunjukkan langkah ekspansi BUVA yang cukup masif di sektor pariwisata dan properti.

PT Nusantara Utama Investama, sebagai pengendali BUVA, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan 2,4 miliar hak rights dari total haknya yang mencapai 3,8 miliar hak. Komitmen ini menunjukkan kepercayaan pengendali terhadap prospek perusahaan ke depan.

Aksi korporasi ini juga didukung oleh sejumlah pembeli siaga. PT Henan Putihrai Sekuritas berkomitmen membeli saham hingga Rp 100 miliar, PT Tata Tirta Datun hingga Rp 350 miliar, Hapsoro hingga Rp 100 miliar, dan Ferry Sudjono hingga Rp 388,6 miliar. Kehadiran pembeli siaga ini diharapkan dapat memastikan keberhasilan penyerapan saham baru.

Jadwal pelaksanaan rights issue telah ditetapkan. Periode cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 24 September 2026. Sementara itu, periode perdagangan dan pelaksanaan rights akan berlangsung mulai 1 hingga 14 Oktober 2026.