— PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), sebelumnya dikenal sebagai PT Panca Anugerah Wisesa Tbk, mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham baru dengan nominal Rp 20 per saham.

Manajemen MGLV menyatakan bahwa harga pelaksanaan rights issue akan ditetapkan kemudian dalam prospektus sesuai peraturan yang berlaku. Penerbitan saham baru ini memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya, akan dialokasikan untuk pelunasan pengambilalihan PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier Genai Center (NGC). Dana tersebut juga dapat digunakan untuk pembayaran lebih awal utang perseroan kepada PT Nextier Datamate Center (NDC), keperluan modal kerja, belanja modal, atau pengembangan usaha data center.

Sebelumnya, nama Sugito Walujo atau Patrick Walujo tidak lagi tercatat sebagai pemilik manfaat (pengendali tingkat individu) dari MGLV. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per akhir Juni 2026, penerima manfaat akhir hanya menyisakan Glenn T Sugita dan Suriyanto, yang menggenggam saham MGLV melalui PT Nextier Datamate Center. Glenn Sugita diketahui merupakan pengendali PT Persib Bandung Bermartabat.

Pada laporan per akhir Mei 2026, Patrick Walujo masih tercatat sebagai salah satu dari tiga penerima manfaat akhir bersama Glenn Sugita dan Suriyanto. Patrick Walujo sendiri telah mengajukan pengunduran diri sebagai komisaris MGLV pada 19 Juni 2026, yang kemudian disetujui dalam RUPST pada 24 Juni 2026.

Terpisah, PT Nextier Datamate Center mengumumkan penjualan 56.429.600 saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) pada 3 Juni 2026 dengan harga Rp 7.000 per saham, senilai total Rp 395 miliar. Setelah transaksi tersebut, Nextier Datamate Center masih menguasai 1.444.570.400 saham atau 75,78% dari MGLV.

NEXAI, yang lahir dari Nextier Datamate Center (NDC), didirikan dengan keyakinan untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama AI global dengan membangun infrastruktur komputasi AI berkelas dunia. Perusahaan ini bertujuan mengubah sumber daya alam Indonesia menjadi kapasitas komputasi yang mendukung revolusi AI.

Selain rights issue, MGLV juga mengumumkan rencana transaksi besar lainnya. Ini termasuk penjualan seluruh saham anak perusahaan kepada PT Trijaya Wisesa Makmur (TWM) senilai Rp 121,47 miliar (divestasi). Ada juga pengalihan aset dan kewajiban dari perseroan ke TWM senilai Rp 1,90 miliar.

Selanjutnya, terdapat pengambilalihan perusahaan target (Nextier Askara Center dan Nextier GenAi Center) dari NDC sebagai penjual dengan total nilai transaksi Rp 1,99 miliar. Pengalihan piutang dari NDC selaku kreditur senilai Rp 668,6 miliar, serta penerimaan pinjaman pemegang saham dari NDC selaku pemegang saham perseroan senilai maksimal Rp 4 triliun juga akan dilakukan.

Manajemen MGLV menyatakan bahwa perseroan bermaksud memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada Kamis, 3 September 2026, sehubungan dengan rencana transaksi tersebut.