— JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) mengumumkan laporan keuangan interimnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Ini merupakan laporan keuangan perdana perseroan kepada publik setelah resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026 melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Pada semester I-2026, Esa Medika Mandiri mencatat peningkatan kinerja operasional yang substansial. Penjualan bersih atau omzet melonjak lebih dari empat kali lipat, mencapai sekitar 324%, menjadi Rp 65,4 miliar. Angka ini jauh melampaui perolehan pada semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp 15,4 miliar.

Selain omzet, laba kotor juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp 26,15 miliar dari sebelumnya Rp 7,34 miliar. Perusahaan juga berhasil menekan angka kerugian sekitar 32% secara tahunan, yang mencerminkan perbaikan fundamental operasional perseroan.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyatakan bahwa laporan keuangan semester pertama ini menjadi penanda penting sebagai perusahaan terbuka. “Kami bersyukur berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus memperbaiki kinerja operasional perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Florian menambahkan bahwa perseroan memiliki sejumlah proyek yang direncanakan untuk semester kedua tahun ini, serta masih terlibat dalam beberapa proses tender yang sedang berlangsung. “Dengan pipeline proyek yang ada, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” pungkasnya.