— BYD Indonesia baru saja menyelesaikan rangkaian pengujian berskala nasional bertajuk Media Challenge M6 DM. Teknologi Dual Mode (DM) terbaru diuji di lima kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Bandung. Tujuannya adalah untuk membuktikan performa, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar dalam kondisi berkendara nyata di Indonesia, yang menyajikan beragam tantangan mulai dari lalu lintas perkotaan, jalan tol, hingga rute pegunungan dengan elevasi ekstrem.

Secara teknis, BYD mengklaim teknologi DM 5.0 mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter berdasarkan simulasi internal. Namun, pengujian yang dilakukan oleh media dengan jarak tempuh minimal 150 km per rute justru mencatatkan angka efisiensi yang jauh melampaui ekspektasi.

Di Jakarta, BYD M6 DM mencatat efisiensi lebih dari 100 km per liter pada kombinasi jalan perkotaan dan jalan tol. Pengujian di Medan dengan rute tanjakan ekstrem menghasilkan lebih dari 79 km/liter saat melintasi jalur pegunungan menuju kawasan Berastagi. Sementara itu, di Semarang, rute regional dan pegunungan mencatat efisiensi lebih dari 92 km/liter. Surabaya dengan rute wisata antar kota menorehkan angka lebih dari 81 km/liter.

Puncak efisiensi terjadi di Bandung, di mana rute pegunungan dan tol yang melintasi Purwakarta, Ciater, Lembang, hingga kembali ke Bandung mencatat angka impresif mencapai 144 km/liter. Rute ini menyajikan kombinasi lengkap antara tol, jalan bergelombang, serta tanjakan dan turunan tajam.

BYD menegaskan bahwa pengujian ini bukan sekadar mengejar angka efisiensi tertinggi, melainkan pembuktian bagaimana arsitektur Dual Mode dapat beradaptasi secara fleksibel terhadap karakter jalanan dan gaya berkendara di Indonesia.

Filosofi Electric-First & 3 Mode Cerdas

Efisiensi luar biasa ini dimungkinkan berkat filosofi Electric-First pada teknologi DM 5.0. Dalam sistem ini, motor listrik bertindak sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berperan sebagai pendukung cerdas. Sistem ini bekerja secara fleksibel melalui tiga mode operasional otomatis:

  • EV Mode (Full Listrik): Menggunakan 100% daya listrik dari baterai, ideal untuk mobilitas harian jarak pendek di dalam kota tanpa emisi.
  • HEV Series Mode: Ketika daya baterai menipis, mesin bensin menyala sebagai generator pengisi baterai, sementara roda tetap digerakkan penuh oleh motor listrik.
  • HEV Parallel Mode: Saat membutuhkan performa ekstra seperti menanjak curam atau menyalip, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan menyalurkan tenaga ke roda.

4 Keunggulan Utama Teknologi DM 5.0 untuk Pasar Indonesia

  1. Akselerasi Instan dan Performa Tinggi: Dengan mesin 1.5L bertenaga 72 kW dan motor EHS 5.0, kendaraan ini memberikan respons instan yang sangat membantu saat berpindah jalur di kemacetan atau menyalip di jalan tol.
  2. Bebas Hentakan & Tahan Suhu Ekstrem: Perpindahan antar mode berlangsung mulus berkat kontrol terintegrasi 7-in-1. Sistem manajemen termal yang efisien hingga 10% di iklim tropis Indonesia, didukung oleh Blade Battery yang tangguh terhadap cuaca panas.
  3. Kabin Sangat Senyap: Pengoperasian senyap berbasis listrik pada kecepatan rendah, dengan intervensi mesin yang minim, serta optimasi getaran mesin untuk performa NVH yang sangat baik.
  4. Pangkas Biaya Operasional: Dengan efisiensi termal mesin mencapai 46%, teknologi DM 5.0 mampu menekan biaya bahan bakar tahunan lebih dari 60% dibandingkan mobil konvensional, menjadikannya pilihan bijak untuk keluarga maupun armada bisnis.