Detak Media — TANGERANG – OLXmobbi mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas trade-in atau tukar tambah kendaraan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Penyerapan mobil pada pameran otomotif terbesar di Indonesia ini meningkat sebesar 68%, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
President Director OLXmobbi, Naga Sujady, mengungkapkan bahwa kemudahan dalam proses trade-in menjadi faktor krusial dalam mendorong penyerapan kendaraan baru. “Ketika ingin melakukan upgrade kendaraan, salah satu tantangan konsumen adalah bagaimana menjual mobil lama secara praktis sekaligus mendapatkan harga yang kompetitif. Untuk itu, kemudahan dalam trade-in merupakan kunci sukses dalam mendongkrak penyerapan kendaraan baru,” ujar Naga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8/2026).
Tren positif ini terlihat dari pertumbuhan aktivitas trade-in OLXmobbi dalam dua penyelenggaraan GIIAS terakhir. Pada GIIAS 2024, aktivitas trade-in dan penyerapan mobil tercatat meningkat 26% dibandingkan 2023. Angka tersebut kemudian melonjak lebih tinggi menjadi 68% pada GIIAS 2025.
Kendaraan Keluarga Mendominasi Inspeksi
Menariknya, kendaraan keluarga masih menjadi pilihan utama konsumen yang melakukan proses inspeksi. Pada GIIAS 2025, model seperti Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, dan Toyota Rush tercatat sebagai kendaraan yang paling banyak diinspeksi oleh OLXmobbi.
Dari sisi merek, Toyota mendominasi kendaraan yang mengikuti proses trade-in, diikuti oleh Honda dan Daihatsu. Sementara itu, berdasarkan kategori kendaraan, segmen MPV, SUV, dan hatchback menjadi yang paling banyak menjalani inspeksi.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa mobil dengan karakter sebagai kendaraan keluarga masih memiliki posisi kuat di pasar mobil bekas. Selain memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga, kendaraan dengan basis pengguna yang luas juga berpotensi lebih mudah diperdagangkan kembali ketika pemiliknya ingin melakukan upgrade.
Program Menarik di GIIAS 2026
Untuk GIIAS 2026, OLXmobbi kembali hadir sebagai Official Trade-in Partner dengan menawarkan berbagai program yang dirancang untuk mendorong konsumen melakukan tukar tambah. Perusahaan menyediakan cashback dengan total hingga Rp35 juta. Rinciannya, cashback OLXmobbi mencapai hingga Rp15 juta, ditambah promo kolaborasi trade-in dengan sejumlah merek dan model kendaraan.
OLXmobbi juga menjanjikan proses inspeksi yang transparan dengan penawaran harga yang disesuaikan berdasarkan kondisi aktual kendaraan. Setelah seluruh dokumen terpenuhi, dana hasil transaksi diklaim dapat ditransfer dalam waktu kurang dari satu jam. Naga menilai, proses yang lebih sederhana ini dapat membantu konsumen mempercepat perpindahan dari kendaraan lama ke kendaraan baru.
Inovasi Digital OLX
Di sisi lain, OLX tidak hanya mengandalkan layanan trade-in untuk mendorong ekosistem jual beli kendaraan. Perusahaan juga memperluas layanan digitalnya melalui kategori Mobil Baru, yang memungkinkan pengguna mencari dan membandingkan kendaraan baru dari berbagai merek.
Lebih lanjut, OLX mulai mengembangkan OLA (OLX Virtual Assistant), sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang saat ini tersedia dalam versi beta untuk pengguna Android.
Chief Operating Officer OLXmobbi, Agung Iskandar, mengatakan bahwa teknologi OLA dikembangkan untuk membantu konsumen menyaring banyaknya pilihan kendaraan berdasarkan kebutuhan dan preferensi mereka. “Dengan teknologi AI, OLA dapat memahami kebutuhan pengguna melalui percakapan sehingga dapat memberikan rekomendasi kendaraan yang lebih relevan, baik mobil baru maupun mobil bekas,” ujar Agung.
Dengan demikian, strategi OLXmobbi di GIIAS 2026 tidak hanya berfokus pada transaksi kendaraan bekas, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem yang menghubungkan proses pencarian kendaraan, penjualan mobil lama, hingga pembelian kendaraan baru dalam satu rangkaian perjalanan konsumen.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.