Detak Media — JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan sejumlah pencapaian signifikan hingga akhir tahun 2026. Perusahaan menargetkan volume penjualan batu bara sebanyak 82 hingga 84 juta ton. Harga rata-rata penjualan diproyeksikan berada di kisaran US$ 60-US$ 62 per ton, dengan biaya produksi diperkirakan sekitar US$ 42-US$ 44 per ton.
Manajemen BUMI menyatakan bahwa penjualan batu bara pada semester I-2026 yang mencapai 38,8 juta ton sudah mewakili sekitar setengah dari target penjualan tahunan perseroan. Hal ini menempatkan BUMI pada jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan 2026. Harga Free on Board (FOB) rata-rata pada semester I tercatat sebesar US$ 62,9 per ton, berada pada kisaran atas dari panduan harga tahunan perusahaan.
Ke depan, BUMI akan terus berfokus pada perbaikan operasional yang telah dicapai pada semester I-2026. “Menjaga disiplin alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi, termasuk integrasi aset yang baru diakuisisi di Australia, guna membangun ketahanan jangka panjang terhadap siklus komoditas,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Kinerja Positif Semester I-2026
BUMI mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Pendapatan perusahaan naik 27,9% secara tahunan menjadi US$ 866,8 juta, sementara laba sebelum pajak melonjak 102,5% menjadi US$ 104,3 juta.
Pertumbuhan produksi, peningkatan efisiensi penambangan, dan pemulihan harga jual rata-rata batu bara menjadi faktor utama yang mendorong ekspansi marjin signifikan dan peningkatan profitabilitas. Beban pokok pendapatan BUMI tercatat sebesar US$ 720,8 juta pada semester I-2026, naik 26,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bruto BUMI tercatat sebesar US$ 145,9 juta, meningkat 36,3% dari US$ 107 juta. Beban usaha naik 21,4% menjadi US$ 62,8 juta. Laba usaha BUMI naik 50,3% menjadi US$ 83,1 juta, dan laba bersih tumbuh 87,4% menjadi US$ 72,3 juta.
Secara khusus, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BUMI melonjak 188,4% dari US$ 20,4 juta menjadi US$ 58,9 juta. Hasil ini mencerminkan operating leverage yang kuat, di mana pertumbuhan pendapatan 27,9% diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba usaha 50,3% dan kenaikan laba sebelum pajak 102,5%. Marjin usaha meningkat menjadi 9,6% dari 8,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi marjin ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan serta perbaikan efisiensi penambangan. Strip ratio membaik menjadi 7,5x dari 8,1x, dengan volume pengupasan tanah penutup (overburden) relatif stabil secara tahunan. “Hal ini menunjukkan bahwa perseroan berhasil memproduksi lebih banyak batu bara tanpa peningkatan volume pengupasan tanah penutup yang signifikan,” ujar manajemen BUMI.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 188,4% menjadi US$ 58,9 juta, melampaui pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan. Hal ini sebagian mencerminkan kontribusi laba tambahan dari aset perseroan di Australia.
Peningkatan Produksi dan Penjualan
Dari sisi operasional, volume produksi dan penjualan batu bara meningkat secara tahunan. Batu bara yang ditambang naik 7,1% menjadi 38,5 juta ton, dan penjualan batu bara meningkat 11,7% menjadi 38,8 juta ton. Pertumbuhan penjualan yang melampaui produksi mengindikasikan tingkat permintaan yang tetap kuat.
Persediaan batu bara menurun menjadi 1,7 juta ton dari 2,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga FOB rata-rata pulih 2,6% secara tahunan menjadi US$ 62,9 per ton.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.