— JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, angkat bicara mengenai rencana akuisisi perusahaan tambang Loyal Metals Limited. Klarifikasi ini disampaikan perseroan sebagai respons atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani scheme implementation deed (SID) dengan Loyal Metals Limited. Perjanjian ini berfungsi sebagai kerangka dasar awal untuk memulai proses akuisisi.

“Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham,” ungkap Sri dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (5/8/2026).

Sri menambahkan, penyelesaian transaksi akuisisi ini masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan atau conditions precedent. Syarat-syarat tersebut mencakup persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals serta pemenuhan proses dan ketentuan hukum yang berlaku di Australia.

“Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan,” terang Sri.

Loyal Metals Limited, yang terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX) dengan kode LLM, merupakan perusahaan eksplorasi sumber daya asal Australia. Fokus utama perusahaan ini adalah pada mineral kritis, tembaga, dan emas, dengan proyek-proyek penting seperti Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland serta aset litium.