Detak Media — JAKARTA – Phintraco Sekuritas memberikan perhatian khusus terhadap PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul transformasi bisnis dan rencana ekspansi yang sedang dijalankan perusahaan.
Bumi Resources (BUMI) melaporkan laba bersih sebesar US$ 59 juta pada paruh pertama tahun 2026, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 189% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja keuangan ini didorong oleh kenaikan pendapatan 28% menjadi US$ 867 juta. Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan volume produksi dan penjualan, efisiensi biaya operasional, serta stabilnya harga batu bara.
“Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh diversifikasi usaha BUMI menuju perusahaan tambang multi-komoditas,” ujar Phintraco dalam catatan analisnya pada Rabu (5/8/2026).
Secara operasional, BUMI mencatat volume produksi batu bara sebanyak 38,5 juta ton pada semester I 2026. Angka ini meningkat 7,1% secara tahunan dibandingkan 35,9 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam rangka strategi ekspansinya, BUMI telah menandatangani Scheme Implementation Deed (SID) dengan Loyal Metals Limited (ASX: LLM). Perusahaan asal Australia ini bergerak di bidang eksplorasi mineral kritis, tembaga, emas, dan litium. Phintraco menjelaskan, perjanjian awal ini menjadi kerangka dasar dalam proses akuisisi lebih lanjut.
Manajemen BUMI menekankan bahwa transaksi ini masih dalam tahap pemenuhan persyaratan pendahuluan (conditions precedent). Persyaratan tersebut meliputi persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals Limited serta pemenuhan regulasi hukum di Australia. Hingga kini, belum ada pengalihan dana maupun saham yang terjadi.
Phintraco Sekuritas mencatat, saat ini BUMI diperdagangkan dengan rasio Price to Earnings (PER) sebesar 30,80x dan Price to Book Value (PBV) sebesar 2,09x. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata PER dan PBV subsektor Oil, Gas & Coal yang masing-masing berada di angka 10,39x dan 1,76x.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.