Detak Media — JAKARTA – Persaingan untuk menghimpun dana murah atau current account saving account (CASA) semakin memanas di tengah tingginya biaya dana dan fluktuasi suku bunga. Kondisi ini mendorong perbankan untuk mengembangkan strategi baru yang berfokus pada ekosistem transaksi. Salah satu pendekatan yang kini diandalkan adalah kerja sama dengan berbagai merchant untuk meningkatkan aktivitas transaksi digital nasabah.
Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi, menilai bahwa kemitraan dengan merchant merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat pertumbuhan CASA. Menurutnya, kolaborasi ini mampu meningkatkan frekuensi penggunaan layanan perbankan dalam aktivitas sehari-hari nasabah.
“Persaingan CASA saat ini bukan hanya mengenai tingkat bunga, tetapi juga kemampuan bank membangun ekosistem transaksi yang relevan. Kolaborasi dengan merchant dapat meningkatkan frekuensi penggunaan mobile banking dan QRIS. Semakin aktif transaksi nasabah, semakin besar peluang bank mempertahankan dana murah secara berkelanjutan,” ujar Yosua dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Yosua menambahkan, strategi ini tidak hanya efektif sebagai sarana promosi, tetapi juga bisa menjadi instrumen akuisisi nasabah baru jika dijalankan secara konsisten dan terintegrasi. Merchant yang memiliki basis pelanggan besar dinilai mampu memperluas jangkauan layanan perbankan digital sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah.
Salah satu bank yang telah menerapkan strategi ini adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA). Bank ini telah memperluas kemitraan dengan sejumlah merchant nasional, termasuk McDonald’s, XXI Cafe, Grab, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan penggunaan aplikasi BWS Mobile, memperbesar volume transaksi QRIS, sekaligus memperkuat keterikatan atau engagement nasabah dengan layanan digital perseroan. Bank Woori Saudara Indonesia menilai perluasan merchant partnership ini bukan sekadar program promosi, melainkan bagian integral dari pembangunan ekosistem transaksi digital. Melalui berbagai kolaborasi ini, nasabah diharapkan semakin rutin memanfaatkan BWS Mobile sebagai kanal pembayaran dalam aktivitas sehari-hari.
Yosua menambahkan, pertumbuhan CASA yang berasal dari aktivitas transaksi umumnya lebih berkelanjutan dibandingkan dana yang hanya dipengaruhi oleh persaingan suku bunga. Selain meningkatkan stabilitas dana murah, strategi ini juga berpotensi menekan biaya dana atau cost of fund dan mendukung profitabilitas bank dalam jangka menengah.
“CASA yang tumbuh melalui aktivitas transaksi umumnya memiliki karakter lebih berkelanjutan. Apabila BWS mampu memperluas jaringan merchant dan menjaga relevansi program, strategi ini dapat memperkuat efisiensi biaya dana sekaligus meningkatkan daya saing layanan digitalnya,” tutup Yosua.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.