Detak Media — JAKARTA – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mengoptimalkan program loyalitas sebagai strategi utama dalam mempertahankan nasabah di tengah ketatnya persaingan perbankan digital. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterikatan (engagement) nasabah sembari terus memperkuat layanan perbankan syariah berbasis digital.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberangkatan umrah bagi nasabah produk Ala Pensiun. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menyatakan bahwa sebanyak 15 nasabah telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada 27 Juli 2026. Program ini merupakan gelombang kedua, menyusul keberangkatan perdana pada awal tahun yang diselenggarakan bekerja sama dengan biro travel PT Umroh Madani Amanah (UMA).
Menurut Koko, program umrah ini menjadi bagian integral dari upaya perseroan untuk membangun hubungan jangka panjang yang solid dengan para nasabah, khususnya pada segmen pensiun. “Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama pertumbuhan Bank Aladin Syariah. Karena itu kami ingin memastikan pertumbuhan yang kami capai juga memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh nasabah,” ungkap Koko dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (30/7/2026).
Seluruh peserta program umrah telah mengikuti manasik sebelum keberangkatan. Para jamaah dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada 5 Agustus 2026. Koko menambahkan, sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah memiliki komitmen kuat untuk terus memperkuat ekosistem layanan syariah digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengalaman perbankan yang lebih bermakna bagi setiap nasabah.
BANK secara berkelanjutan menguatkan ekosistem layanan syariah digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga relevan dengan berbagai kebutuhan nasabah di setiap tahapan kehidupan. Hal ini sejalan dengan temuan riset Laporan Global Banking Annual Review 2026: Precision with Speed yang diterbitkan oleh McKinsey & Company, sebuah perusahaan konsultan manajemen dan strategi global terkemuka.
Riset McKinsey menggarisbawahi bahwa perbankan global saat ini sedang mengalami transformasi menuju model bisnis yang lebih digital, personal, dan berbasis teknologi. Dalam transisi ini, McKinsey menyebutkan bahwa bank digital memiliki peluang pasar yang sangat besar untuk dieksplorasi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa keberhasilan bank digital tidak semata-mata ditentukan oleh inovasi teknologi, melainkan juga oleh kemampuannya dalam membangun hubungan yang kuat serta menghadirkan pengalaman yang bernilai bagi nasabah. “Periode 2026-2030 akan menjadi fase penting bagi industri perbankan digital. Setelah bertahun-tahun berfokus pada akuisisi nasabah,” demikian mengutip hasil riset yang dipublikasikan pada Mei 2026.
Perseroan melaporkan bahwa strategi ini berjalan selaras dengan pertumbuhan bisnis yang masih menunjukkan tren positif. Hingga kuartal I-2026, Bank Aladin Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar dengan total aset yang mencapai Rp15,1 triliun. Jumlah nasabah aktif juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 30,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen Bank Aladin Syariah menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem layanan syariah digital melalui berbagai inovasi dan program yang dirancang khusus untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.