— Petugas pemadam kebakaran (damkar) memiliki risiko kerja yang sangat tinggi. Dalam menjalankan tugasnya, mereka terpapar berbagai bahaya, seperti suhu ekstrem, asap beracun, hingga potensi tertimpa reruntuhan bangunan. Risiko cedera serius bahkan kehilangan nyawa kerap mengintai saat mereka berjuang menyelamatkan masyarakat.

Tragisnya, pada tahun 2025, dua petugas damkar dilaporkan meninggal dunia saat bertugas. Seorang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya gugur akibat tersengat listrik saat memadamkan kebakaran. Peristiwa berbeda terjadi di Musi Rawas, Sumatra Selatan, di mana sebuah mobil pemadam kebakaran mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran, yang menyebabkan salah satu petugas, Sanrubi Viktoria, meninggal dunia.

Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para petugas. Lebih dari itu, insiden tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak finansial yang signifikan bagi keluarga mereka, terutama jika petugas mengalami kecelakaan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan gugur dalam tugas.

Sebagai wujud kepedulian terhadap dedikasi para petugas damkar, Asuransi Jagadiri menggelar Program Literasi dan Inklusi Keuangan. Sebanyak 1.016 petugas pemadam kebakaran di Jakarta Selatan (Jaksel) menerima perlindungan asuransi kecelakaan diri tanpa biaya premi. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Kota Administrasi Jakarta Selatan pada Kamis (30/7/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Selatan Asril Rizal, Direktur Keuangan dan Teknik Asuransi Jagadiri Budi Darmawan, serta Head of Claim Asuransi Jagadiri Reinna Meilani.

Melalui program ini, Asuransi Jagadiri tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya perlindungan diri dan keluarga demi menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri secara cuma-cuma. Inisiatif ini sejalan dengan implementasi POJK Nomor 3 Tahun 2023 mengenai Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan.

Dalam sesi literasi keuangan, Reinna Meilani menyoroti kesalahpahaman umum bahwa asuransi adalah produk mewah yang hanya relevan bagi kalangan mapan. Padahal, kelompok dengan penghasilan terbatas dan risiko kerja tinggi, seperti petugas damkar, justru sangat membutuhkan jaring pengaman finansial. Perlindungan ini krusial agar keluarga yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan hidup tanpa terbebani kesulitan finansial.

“Petugas pemadam kebakaran mengenakan alat pelindung diri (APD) untuk melindungi diri saat menyelamatkan masyarakat. Namun, siapa yang menjadi APD bagi keluarga ketika ‘bencana finansial’ seperti kecelakaan, sakit kritis, atau kehilangan pendapatan terjadi? Mengelola keuangan dengan baik dan memiliki asuransi adalah APD finansial bagi keluarga,” jelas Reinna.

Ia juga memperkenalkan prinsip alokasi keuangan 50-30-20 sebagai panduan sederhana: 50% pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk kebutuhan pribadi dan hiburan, serta 20% untuk tabungan, dana darurat, dan perlindungan asuransi. Prinsip ini menegaskan bahwa asuransi dapat dijangkau oleh siapa saja dengan perencanaan yang tepat, tanpa harus menunggu kondisi finansial mapan.

Sebagai realisasi dari edukasi tersebut, Asuransi Jagadiri memberikan perlindungan gratis kepada petugas Damkar Jakarta Selatan melalui produk Jaga Aman. Produk asuransi kecelakaan diri ini menawarkan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan hingga Rp25 juta dan santunan biaya perawatan rumah sakit akibat kecelakaan hingga Rp2,5 juta, dengan masa perlindungan selama satu bulan.

Melalui inisiatif ini, Asuransi Jagadiri berupaya menunjukkan bahwa perlindungan asuransi kini lebih mudah diakses oleh siapa saja dan dapat menjadi langkah awal membangun ketahanan finansial.

Asuransi Jagadiri menawarkan produk asuransi digital yang praktis, mudah, dan cepat. Seluruh proses, mulai dari pembelian produk hingga klaim, dapat dilakukan mandiri melalui situs web www.jagadiri.co.id tanpa perantara.

Direktur Keuangan dan Teknik Asuransi Jagadiri, Budi Darmawan, menyatakan bahwa program ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Di Jagadiri, kami percaya bahwa setiap orang berhak memperoleh rasa aman, termasuk para petugas pemadam kebakaran yang setiap hari berada di garis depan dalam melindungi masyarakat. Melalui program ini, kami berharap para petugas semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan perlindungan asuransi sebagai bagian dari perencanaan masa depan diri dan keluarga,” ujar Budi.

Ia menambahkan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa memiliki perlindungan asuransi kini semakin terjangkau dan menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara Sudin Gulkarmat dan Asuransi Jagadiri. Ia menilai program ini memberikan manfaat nyata bagi para petugas.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan manfaat nyata bagi para petugas. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, program ini juga memberikan perlindungan asuransi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas pemadam kebakaran yang setiap hari menjalankan tugas kemanusiaan dengan risiko tinggi. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang turut mendukung kesejahteraan para petugas,” ujar Asril.

Sebagai pelengkap upaya perlindungan yang komprehensif, Asuransi Jagadiri juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Brawijaya. Sebanyak 100 peserta kegiatan literasi keuangan dari petugas dan staf Sudin Gulkarmat Kota Jakarta Selatan mendapatkan layanan mini medical check-up gratis.

Kolaborasi ini melengkapi rangkaian program literasi dan inklusi keuangan Jagadiri, yang tidak hanya mendorong perlindungan finansial melalui asuransi, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai aspek krusial dalam perlindungan diri dan keluarga. Dengan pendekatan yang mencakup edukasi, perlindungan, dan kesehatan, Jagadiri berupaya memberikan manfaat berkelanjutan bagi para petugas damkar yang mengabdikan diri untuk masyarakat.