Detak Media — PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terus memutakhirkan riset perbenihannya dengan memperkenalkan tiga varietas kelapa sawit unggulan. Upaya ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas serta memperkuat ketahanan tanaman, sejalan dengan strategi perusahaan menuju operasional perkebunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro, Hubbal Khoir Sembiring, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan inti dari seluruh proses bisnis perusahaan. Menurutnya, Astra Agro mengintegrasikan pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas tanaman, dan pelestarian lingkungan, dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai fondasi operasionalnya.
“Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengombinasikan people, plant, dan planet agar produktivitas dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Seluruh proses tersebut dijalankan dengan GCG sebagai landasan,” ujar Hubbal saat acara Press Tour BPDP 2026 di Kalimantan Tengah pada 30 Juli 2026.
Tim Research and Development (R&D) Astra Agro telah berhasil menghasilkan tiga varietas unggul yang resmi dilepas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2021. Ketiga varietas tersebut adalah DxP AAL Lestari, DxP AAL Sejahtera, dan DxP AAL Nirmala. Pengembangan ini merupakan hasil penelitian intensif selama kurang lebih 10 tahun, menghasilkan karakter unggul seperti produktivitas tandan buah segar (TBS) dan minyak yang tinggi, laju pertumbuhan tanaman yang relatif lambat, serta sex ratio yang seimbang.
Plant Breeding Expert PT Astra Agro Lestari, Ardha Apriyanto, merinci bahwa varietas DxP AAL Lestari mampu mencapai produktivitas TBS 32,1 ton per hektare per tahun dengan produksi minyak 9,1 ton per hektare per tahun. Sementara itu, DxP AAL Sejahtera mencatat produktivitas TBS 31,5 ton per hektare per tahun dan minyak 9,2 ton per hektare per tahun. Varietas DxP AAL Nirmala menghasilkan produktivitas TBS 30 ton per hektare per tahun dengan 8,6 ton minyak per hektare per tahun.
Lebih lanjut, perseroan telah mengembangkan varietas turunan dari ketiga jenis tersebut, yaitu DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG, dan DxP AAL Nirmala MRG. Varietas baru yang dirilis pada 2025 ini tidak hanya mempertahankan produktivitas tinggi, tetapi juga menunjukkan ketahanan moderat terhadap penyakit Ganoderma. Ketahanan ini dibuktikan melalui pengujian di nursery dan pemanfaatan teknologi marka molekuler.
Selain pengembangan benih, Astra Agro juga berinovasi melalui ASTEMIC (Astra Efficient Microbe), sebuah pupuk hayati berbasis mikroba. Pupuk ini dirancang untuk meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman dan kesuburan tanah, dengan tujuan mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 25% sekaligus mengefisienkan pengelolaan perkebunan.
Perusahaan juga mengimplementasikan pengelolaan perkebunan berbasis teknologi dan aktif menjaga kawasan konservasi sebagai bagian integral dari praktik keberlanjutan. Kombinasi antara riset, inovasi, penerapan teknologi, dan tata kelola yang baik menjadi upaya Astra Agro untuk menjaga produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.