— PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melakukan ekspansi bisnis dengan mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI). Pembentukan ASLI ini bertujuan untuk memperluas lini usaha perseroan ke sektor lelang non-kendaraan, sekaligus menjadi bagian dari strategi diversifikasi dan optimalisasi infrastruktur digital yang telah dikembangkan.

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap perkembangan bisnis lelang kendaraan yang saat ini menghadapi tantangan, terutama terkait pasokan mobil dari perusahaan pembiayaan yang berdampak pada volume lelang di JBA Indonesia.

“Ini merupakan langkah strategis perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha ke bisnis lelang non-kendaraan,” ujar Jany dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Digitalisasi yang telah diterapkan oleh JBA menjadi fondasi kuat bagi ASLC untuk mengembangkan bisnis lelang non-kendaraan. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran peserta, pembayaran uang jaminan, hingga pelaksanaan lelang, kini telah sepenuhnya daring. Hal ini mempermudah masyarakat dari berbagai daerah untuk berpartisipasi.

“Digitalisasi yang sudah solid telah memudahkan setiap orang yang berniat mengikuti lelang di JBA. Calon peserta tinggal mengunduh platform, lalu mendaftar dan mentransfer uang jaminan secara online sebelum mengikuti lelang melalui perangkat elektronik dari seluruh Indonesia,” kata Jany.

Ke depannya, ASLI akan bersinergi dengan ekosistem bisnis Grup Autopedia. Pemanfaatan infrastruktur, jaringan, basis pelanggan, serta kapabilitas operasional yang sudah ada akan dioptimalkan. Anak usaha baru ini diharapkan mulai beroperasi penuh setelah seluruh perizinan dari instansi terkait diperoleh.

Di tengah upaya ekspansi ini, ASLC tetap mencatatkan kinerja finansial yang positif pada semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 589,9 miliar, meningkat 31,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini menghasilkan laba bersih sebesar Rp 8,9 miliar.

Kontributor utama pendapatan ASLC masih didominasi oleh bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id. Platform ini mencatat pendapatan Rp 493,4 miliar, mengalami peningkatan 57,4% secara tahunan dari Rp 313,4 miliar pada semester I-2025. Jany menyatakan bahwa kinerja Caroline.id menunjukkan posisi ASLC sebagai automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia.

Perseroan mengklaim bahwa digitalisasi yang telah dilakukan sejak menjadi perusahaan publik pada tahun 2022 telah berhasil membangun ekosistem bisnis kendaraan bekas yang terintegrasi melalui model online-to-offline. Pertumbuhan signifikan Caroline.id ini terjadi meskipun jumlah cabang fisik belum bertambah dan dalam kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, termasuk tren kenaikan suku bunga.

Sementara itu, bisnis balai lelang JBA Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp 98,4 miliar pada semester I-2026. Volume lelang pada kuartal II-2026 tercatat 23.600 unit, menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan 23.900 unit pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan kendaraan dari perusahaan pembiayaan.

Bisnis gadai melalui anak usaha MotoGadai menyumbang pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar pada periode yang sama. Dengan adanya pembentukan ASLI, perseroan berharap dapat menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis lelang kendaraan bermotor.