Detak Media — Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 363,5 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8/2026). Aksi jual ini terutama terkonsentrasi pada dua saham bank besar, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Berdasarkan data BEI yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing melakukan net sell saham BBRI senilai Rp 72,8 miliar pada sesi I, dihitung berdasarkan harga rata-rata. Total volume saham BBRI yang diperjualbelikan mencapai 24,2 juta lembar. Aksi jual ini terjadi saat harga saham BBRI mengalami pelemahan sebesar 0,9% ke level Rp 3.010 pada saat berita ini ditayangkan. Dalam sebulan terakhir, saham BBRI tercatat menguat 11,9%, namun secara year to date (ytd) masih terkoreksi 17,7%.
Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan bahwa saham BBRI telah ditransaksikan sebanyak 72,7 juta lembar dengan frekuensi 19,5 ribu kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 218,4 miliar. Perdagangan kali ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya, di mana pada Jumat (31/7/2026), saham BBRI justru banyak dibeli oleh investor asing dengan net buy mencapai Rp 233,2 miliar.
Selain BBRI, investor asing juga mencatatkan net sell pada saham BMRI senilai Rp 68,9 miliar pada sesi I, berdasarkan harga rata-rata. Volume saham BMRI yang diperjualbelikan mencapai 16,5 juta lembar. Aksi jual ini berlangsung bersamaan dengan pelemahan harga saham BMRI sebesar 0,72% ke level Rp 4.160. Dalam sebulan terakhir, BMRI mencatat penguatan 6,6%, sementara secara year to date (ytd), saham ini turun 18,4%.
Data IDX juga mencatat total transaksi saham BMRI mencapai 49,5 juta lembar dengan frekuensi 15,1 ribu kali, dan nilai transaksi Rp 207 miliar. Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), saham BMRI sempat mencatat net buy asing sebesar Rp 79,2 miliar, yang menunjukkan adanya perubahan sentimen investor asing pada sesi perdagangan kali ini.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.