— PT Antam Tbk (ANTM) memaparkan secara rinci mengenai kinerja produksi dan penjualan emas serta komoditas lainnya di kuartal II-2026 dan sepanjang semester I-2026. Perusahaan mencatat adanya peningkatan produksi emas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada kuartal kedua tahun 2026, produksi emas dari tambang Antam tercatat 232 kg (7.459 troy oz), menunjukkan peningkatan 12% dibandingkan kuartal kedua tahun 2025 yang mencapai 208 kg (6.687 troy oz). Namun, jika melihat data semester I-2026, total produksi emas Antam sebesar 433 kg (13.921 troy oz) sedikit menurun dibandingkan 1H25 yang mencapai 438 kg (14.082 troy oz).

Dari sisi penjualan, volume penjualan emas pada 2Q26 tercatat 9.615 kg (309.129 troy oz), yang berkontribusi pada capaian penjualan emas semester I-2026 sebesar 18.080 kg (581.286 troy oz). Angka ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan emas pada 2Q25 mencapai 15.566 kg (500.459 troy oz) dan 1H25 mencapai 29.262 kg (940.795 troy ons).

“ANTAM terus menghadirkan produk logam mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik,” papar manajemen Antam dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (1/8/2026). Kerja sama tersebut juga bertujuan memperkuat ekosistem industri emas nasional dan meningkatkan pemanfaatan sumber bahan baku emas domestik.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pasar, Antam terus mengembangkan produk layanan dan kanal distribusi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas jangkauan pasar, serta menjaga daya saing bisnis emas.

Produksi dan Penjualan Nikel

Upaya optimalisasi kegiatan penambangan dan pengelolaan operasional turut mendorong produksi bijih nikel Antam pada 2Q26 mencapai 3,90 juta wet metric ton (wmt). Optimalisasi ini menjadikan capaian produksi bijih nikel Antam pada 1H26 mencapai 7,78 juta wmt.

Pada 2Q26, Antam membukukan penjualan bijih nikel sebesar 3,37 juta wmt. Dengan capaian tersebut, total penjualan bijih nikel sepanjang 1H26 mencapai 6,77 juta wmt. Seluruh penjualan bijih nikel dialokasikan untuk pasar domestik, baik untuk memenuhi kebutuhan internal sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam maupun untuk penjualan kepada pihak ketiga, khususnya untuk kebutuhan smelter nikel domestik.

Strategi ini sejalan dengan komitmen Perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan bahan baku yang andal dan berkelanjutan.

Produksi dan Penjualan Feronikel

Pada 2Q26, produksi feronikel Antam tercatat sebesar 3.813 ton nikel dalam feronikel (TNi). Secara kumulatif, produksi feronikel Antam pada 1H26 mencapai 7.788 TNi. Antam juga melaksanakan kegiatan pemeliharaan fasilitas produksi secara terencana untuk mendukung pengelolaan operasi feronikel.

Dari sisi penjualan, Antam mencatatkan volume penjualan feronikel sebesar 4.802 TNi pada 2Q26, meningkat 420% dibandingkan penjualan pada 2Q25 sebesar 924 TNi. Secara kumulatif, penjualan feronikel pada 1H26 tercatat sebesar 7.605 TNi, meningkat 32% dibandingkan penjualan pada 1H25 sebesar 5.763 TNi.

Produksi dan Penjualan Bauksit dan Alumina

Antam mencatatkan volume produksi bauksit di 2Q26 mencapai 650.791 wmt. Capaian produksi bauksit pada 1H26 tercatat sebesar 1,28 juta wmt. Antam terus melakukan pengelolaan kegiatan penambangan dan fasilitas pencucian (washing plant) dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

Produksi bauksit Antam digunakan sebagai bahan baku produksi Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) dan penjualan kepada pelanggan domestik. Dari sisi penjualan, volume penjualan bauksit pada 2Q26 tercatat sebesar 663.942 wmt, meningkat 38% dibandingkan capaian penjualan bauksit pada 2Q25 sebesar 481.204 wmt. Sedangkan, penjualan bauksit pada 1H26 tercatat sebesar 1,26 juta wmt, meningkat 24% dibandingkan capaian penjualan bauksit pada 1H25 sebesar 1,01 juta wmt.

Sejalan dengan strategi Antam untuk mengoptimalkan operasi Pabrik CGA Perusahaan, PT ICA merealisasikan produksi alumina berupa chemical grade alumina (CGA) pada 2Q26 sebesar 50.690 ton alumina, meningkat 12% dibandingkan capaian pada 2Q25 sebesar 45.334 ton alumina. Capaian produksi alumina pada 1H26 mencapai sebesar 100.257 ton alumina, meningkat 12% dibandingkan capaian penjualan alumina pada 1H25 sebesar 89.385 ton alumina.

Sementara, volume penjualan alumina pada 2Q26 tercatat sebesar 51.364 ton alumina, tumbuh 9% dibandingkan capaian 2Q25 sebesar 47.060 ton alumina. Pertumbuhan penjualan alumina pada 2Q26 mendorong capaian penjualan alumina pada 1H26 sebesar 100.437 ton alumina, meningkat 10% dibandingkan penjualan alumina pada 1H25 sebesar 91.109 ton alumina.