Detak Media — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dianugerahi penghargaan tertinggi dalam kategori ‘Waste Management’ pada ajang Lestari Awards 2026. Penghargaan ini diraih berkat Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) yang berhasil menghubungkan pendidikan lingkungan dengan prinsip ekonomi sirkular.
Melalui PPSS, AMMAN memberdayakan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumbawa Barat untuk menjadi agen perubahan lingkungan. Program ini mengajarkan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan potensi sumber daya yang dapat dikelola untuk memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan komunitas.
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menjelaskan bahwa PPSS bertujuan menjadikan sekolah sebagai pusat transformasi pengetahuan dan perilaku. “Dengan program ini, AMMAN turut membangun ekosistem yang mengembangkan generasi muda masa depan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Priyo.
Ia menambahkan, keberhasilan PPSS tidak hanya diukur dari volume sampah yang dikelola, tetapi juga dari peningkatan kesadaran akan nilai sampah jika dikelola dengan baik. “Ketika pemahaman itu tumbuh di kalangan siswa, guru, dan keluarga, dampaknya meluas dari sekolah ke masyarakat,” tuturnya, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Program PPSS mengintegrasikan edukasi, penyediaan infrastruktur, dan penerapan ekonomi sirkular. Guru dilibatkan untuk memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam kurikulum pembelajaran. Sementara itu, siswa mendapatkan pengalaman langsung mengelola sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga sekolah menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang melibatkan keluarga dan masyarakat.
Dalam praktiknya, siswa dan guru melakukan pemilahan sampah organik yang kemudian diolah di Rumah Kompos (RUMPOS) menjadi POSTA (Pupuk Organik Sekolah Kita). Kompos ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan sekolah, masyarakat, sektor pertanian, hingga mendukung kegiatan reklamasi di area operasional AMMAN.
Sejak diluncurkan pada tahun 2022, PPSS telah berkembang pesat. Dimulai dari dua sekolah percontohan, kini program ini telah melibatkan enam sekolah aktif dengan partisipasi ribuan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, serta didukung oleh puluhan karyawan AMMAN sebagai relawan.
Antara tahun 2022 hingga 2025, program ini berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan menghasilkan lebih dari 50 ton kompos POSTA. Selain itu, PPSS juga berkontribusi dalam mengurangi emisi sebanyak 11 ton pada tahun 2025. Program ini mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,09, mengindikasikan bahwa setiap Rp1 investasi yang ditanamkan menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan sebesar Rp4,09.
Keberhasilan PPSS kini mulai direplikasi secara mandiri oleh sekolah lain yang tidak terikat pendanaan langsung dari AMMAN. Beberapa sekolah mitra juga berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat provinsi maupun nasional, menegaskan bahwa PPSS telah berhasil membangun praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan menumbuhkan budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan.
Penghargaan Lestari Awards ini menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk siswa, guru, keluarga, pemerintah daerah, mitra pelaksana, karyawan AMMAN, dan masyarakat, atas kolaborasi dalam menciptakan perubahan positif yang berawal dari lingkungan sekolah.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.