— JAKARTA – PT AIA Financial meluncurkan platform digital terbarunya, AIA+, yang dilengkapi fitur inovatif bernama Discharge Button. Layanan ini dirancang khusus untuk mempercepat proses kepulangan nasabah dari rumah sakit setelah mereka menyelesaikan perawatan medis.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi AIA Financial untuk meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan. Selain itu, perusahaan juga bertujuan mendorong literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi melalui inovasi digital ini.

Presiden Direktur AIA Financial, Harsya Prasetyo, menyatakan bahwa transformasi digital memegang peranan kunci dalam menghadirkan layanan asuransi yang lebih sederhana, transparan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

“Kepercayaan dan pemahaman masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi yang berkelanjutan. Melalui AIA+, kami menghadirkan pengalaman yang lebih sederhana, transparan, dan personal agar nasabah dapat mengelola perlindungannya dengan lebih mudah dan nyaman,” ungkap Harsya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Fitur Discharge Button memungkinkan nasabah untuk memproses administrasi kepulangan dari rumah sakit dengan cara yang lebih praktis. Layanan ini telah terintegrasi dengan lebih dari 350 rumah sakit yang menjadi bagian dari jaringan AIA Prime Hospitals. Dengan demikian, diharapkan dapat secara signifikan memangkas waktu tunggu administrasi setelah pasien dinyatakan siap pulang.

Selain fitur Discharge Button, aplikasi AIA+ juga menawarkan berbagai kemudahan lain. Nasabah dapat mengakses informasi polis mereka, memantau status klaim secara real-time, hingga mengajukan klaim sepenuhnya secara digital.

Peluncuran platform ini dilakukan di tengah masih rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia, yang tercatat berada di kisaran 2,7%. Namun, tingkat penetrasi internet yang sudah mencapai hampir 80% atau lebih dari 221 juta pengguna, dinilai menjadi peluang besar bagi perusahaan asuransi untuk memperluas jangkauan layanan mereka melalui digitalisasi.

Menurut Harsya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman masyarakat yang masih terbatas mengenai asuransi dengan kebutuhan mendasar akan perlindungan finansial.

“AIA+ merupakan awal dari pengalaman berasuransi yang baru. Kami ingin menjadikan asuransi lebih mudah dipahami, lebih mudah diakses, dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujarnya.

AIA Financial berharap digitalisasi layanan ini tidak hanya mampu meningkatkan kenyamanan bagi para nasabah, tetapi juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan penetrasi asuransi nasional di masa mendatang.