— Para ilmuwan di Amerika Serikat untuk pertama kalinya berhasil menciptakan genom lengkap bakteriofag yang dapat hidup dan berfungsi penuh menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Penemuan inovatif ini, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science, menandai tonggak sejarah baru dalam bidang biologi sintetis dan terapi antimikroba.

Dalam penelitian ini, tim ilmuwan memanfaatkan model bahasa genom berbasis AI, yaitu Evo 1 dan Evo 2. Model AI ini dirancang untuk menghasilkan rancangan genom bakteriofag yang memiliki struktur genetik serupa dengan fag alami. Lebih lanjut, AI juga secara spesifik diarahkan untuk menciptakan fag yang mampu menargetkan bakteri Escherichia coli C (E. coli).

Sebagai acuan, para peneliti menggunakan bakteriofag alami ΦX174. Berdasarkan informasi dari fag alami tersebut, metode pengembangan kemudian diterapkan untuk menghasilkan dan mengevaluasi ribuan rancangan genom yang dibuat oleh AI. Setelah melalui proses sintesis kimia, hampir 300 genom berhasil dibuat dan diuji di laboratorium.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebanyak 16 dari bakteriofag rancangan AI terbukti viabel, artinya mereka mampu bertahan hidup dan menjalankan fungsi biologisnya. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan AI dalam merancang organisme hidup yang kompleks.

Temuan yang lebih mengejutkan adalah beberapa bakteriofag hasil rancangan AI menunjukkan karakteristik unik yang belum pernah ditemukan pada fag alami. Virus-virus ini memiliki mutasi genetik yang spesifik, gen baru, elemen pengatur yang berbeda, serta variasi dalam panjang genomnya. Hal ini menunjukkan potensi AI untuk menciptakan varian virus dengan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya.

Dalam pengujian laboratorium lebih lanjut, campuran bakteriofag hasil rancangan AI terbukti efektif membunuh strain bakteri E. coli yang telah menunjukkan resistensi terhadap bakteriofag alami ΦX174. Prestasi ini membuka prospek baru yang signifikan dalam pengembangan terapi berbasis bakteriofag sebagai solusi untuk mengatasi infeksi bakteri yang semakin kebal terhadap pengobatan konvensional.

Bakteriofag sendiri adalah jenis virus yang memiliki kemampuan unik untuk menginfeksi dan menghancurkan sel bakteri. Istilah “fag” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pemakan”, sehingga bakteriofag dapat diartikan sebagai “pemakan bakteri”. Kemampuan spesifik ini menjadikannya kandidat potensial untuk terapi antimikroba.

Perkembangan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam biologi sintetis telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya AI lebih banyak berperan dalam memprediksi struktur protein atau menganalisis data genetik yang kompleks, kini teknologi tersebut telah melangkah lebih jauh dengan kemampuan merancang genom organisme secara utuh. Kemampuan ini membuka era baru dalam rekayasa hayati.

Keberhasilan menciptakan bakteriofag fungsional menggunakan AI ini merupakan langkah krusial yang berpotensi mempercepat pengembangan terapi alternatif terhadap infeksi bakteri. Terutama di tengah meningkatnya ancaman resistensi antibiotik yang menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan global, penemuan ini menawarkan harapan baru untuk memerangi penyakit infeksi di masa depan.