— JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membalikkan kinerjanya menjadi laba pada semester I-2026. Perusahaan mencatat lonjakan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 117% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp 3,66 triliun. Kinerja positif ini terutama didorong oleh pengakuan penjualan aset strategis, yakni Mall Deli Park Medan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, APLN membukukan laba komprehensif sebesar Rp 523,5 miliar pada semester I-2026. Angka ini merupakan pembalikan signifikan dari posisi rugi komprehensif yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menyatakan bahwa peningkatan kinerja ini mencerminkan keberhasilan implementasi strategi bisnis yang berjalan sesuai rencana, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan domestik. “Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” ujar Justini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).

Justini menjelaskan lebih lanjut bahwa lonjakan pendapatan utamanya berasal dari pengakuan penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp 2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia melalui anak usaha PT Sinar Menara Deli. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi monetisasi dan penyeimbangan kembali (rebalancing) portofolio aset perusahaan. Tujuannya adalah agar perseroan dapat lebih fokus dalam mengembangkan aset yang memiliki kontribusi jangka panjang.

Dengan adanya transaksi tersebut, pengakuan penjualan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp 3,11 triliun, naik dari Rp 1,06 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi stabil sebesar Rp 549,9 miliar.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, laba bruto perusahaan juga mengalami kenaikan sekitar 91% menjadi Rp 1,24 triliun. Di sisi lain, beban bunga dan biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp 206,1 miliar.

Dari sisi pemasaran, marketing sales hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp 603 miliar. Angka ini mencapai sekitar 43% dari target tahunan sebesar Rp 1,4 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh permintaan yang tetap kuat terhadap produk rumah tapak dan proyek mixed-use.

Perseroan juga terus berupaya memperbaiki struktur keuangannya. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas tercatat turun menjadi Rp 10,37 triliun, berkurang dari Rp 11,28 triliun pada akhir 2025. Dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir, APLN telah berhasil menurunkan utangnya sekitar Rp 4,5 triliun.

Posisi kas dan setara kas perusahaan juga meningkat menjadi Rp 1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp 1,51 triliun.

Meskipun demikian, manajemen Agung Podomoro menilai bahwa industri properti masih akan menghadapi tantangan hingga akhir tahun. Beberapa tantangan tersebut meliputi kenaikan suku bunga acuan, belum pulihnya keyakinan konsumen, serta melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah.

Kendati menghadapi berbagai tantangan, perseroan tetap optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan. Hal ini akan diupayakan melalui pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, percepatan penyelesaian proyek yang sedang berjalan, serta optimalisasi pengelolaan aset yang sudah ada.