— Sebanyak 10 saham tercatat menjadi penyebab kerugian signifikan bagi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 13-17 Juli 2026. Harga saham-saham ini mengalami penurunan drastis, mulai dari 9% hingga mencapai 40%.

Di antara saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam, terdapat PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO). Saham JELI tercatat ambles 40,13%, anjlok dari Rp 1.495 menjadi Rp 895. Sementara itu, saham COCO terperosok 21,5%, dari Rp 167 menjadi Rp 131.

Selain JELI dan COCO, daftar saham yang menjadi ‘top losers’ pekan ini meliputi PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang terkoreksi 19,1% ke level Rp 228, dan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) yang terpangkas 14,4% menjadi Rp 89. PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) juga mengalami pelemahan 13,2% dan ditutup pada harga Rp 92.

Lebih lanjut, saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) tergelincir 12,6% ke posisi Rp 358. Diikuti oleh PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang melemah 12,18% menjadi Rp 2.740, serta PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang turun 10,4% ke level Rp 448.

Dua saham lainnya yang turut menghantui investor adalah PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) yang jatuh 9,75% ke Rp 1.805, dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang terpangkas 9,5% menjadi Rp 66.

Meskipun terdapat saham-saham yang mengalami pelemahan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan mencatat kenaikan selama sepekan. IHSG berhasil menguat 4,24%, ditutup pada level 6.175,5 pada akhir pekan ini, naik dari posisi 5.924,3 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar BEI pun turut terangkat sebesar 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun.

Peningkatan juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang melonjak 36,25% menjadi Rp 13,9 triliun, rata-rata volume transaksi harian naik 27,75% menjadi 26,17 miliar lembar saham, dan rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 24,6% menjadi 2,33 juta kali transaksi.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, investor asing mencatatkan pembelian bersih (nett buy) senilai Rp 638,05 miliar. Namun, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (nett sell) sebesar Rp 75,712 triliun.