— Sydney – Mantan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengaku telah sepenuhnya pulih secara mental setelah melalui pengalaman yang tidak menyenangkan di klub ibu kota Spanyol tersebut. Kini, Alonso siap untuk memulai babak baru dan bangkit bersama Chelsea.

Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada musim panas lalu, setelah tiga tahun yang sukses di Bayer Leverkusen. Harapan besar disematkan padanya, terutama setelah prestasinya yang gemilang membawa Leverkusen menjuarai Liga Jerman tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024.

Enam bulan pertama kepelatihannya berjalan mulus. Namun, riak-riak kecil di ruang ganti mulai menggoyahkan posisinya. Puncaknya terjadi setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada pertengahan Januari, yang berujung pada pemecatannya.

Alonso dinilai tidak mampu mengendalikan ruang ganti, yang menyebabkan munculnya kubu-kubu di antara para pemain, termasuk perselisihannya dengan Vinicius Junior dan beberapa pemain senior lainnya.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk Alonso kembali ke dunia kepelatihan. Chelsea dilaporkan telah mengontraknya pada akhir musim lalu. Bagi Alonso, pengalaman delapan bulan menangani Real Madrid menjadi pelajaran berharga baginya.

Meskipun sempat merasa “terluka” akibat pemecatannya, Alonso kini menyatakan bahwa ia telah pulih secara fisik maupun psikis. Pria berusia 45 tahun itu menyatakan fokus penuh untuk membawa Chelsea berjaya di musim mendatang, setelah musim lalu terpuruk.

“Saya beruntung tidak banyak hal buruk dalam karier saya,” ujar Xabi Alonso seperti dikutip ESPN. “Jadi tak masalah ketika ada luka seperti kemarin (pemecatan di Madrid). Sudah sembuh sekarang, dan saya termotivasi serta bersemangat untuk menikmati karier saya selanjutnya, seperti saat saya memulai di Madrid.”

“Saya cuma bisa mengambil sisi positif dari masa lalu dan belajar dari kesalahan. Saya begitu kritis ke diri sendiri, saya merasa harusnya bisa lebih baik karena segalanya tidak berjalan sesuai rencana.”

“Positifnya saya mendapat banyak pengalaman, proses adaptasi, dalam hal permainan, ada yang berhasil dan ada yang gagal, soal man-management. Campur aduk lah pokoknya,” tambahnya.