Detak.media — JAKARTA, Indonesia – Produsen aditif kendaraan lokal, Tukang Solar, melakukan uji coba produknya di Thailand sebagai langkah strategis untuk validasi dan penjajakan kerja sama dengan industri otomotif serta motorsport internasional. Merek yang dikembangkan secara mandiri ini membawa produk Aditif Oli dan Aditif Bensin untuk diuji pada kendaraan bermesin bensin.
Pengujian ini diselenggarakan bekerja sama dengan KNT Motorsport dan TOM’S Racing Thailand, serta melibatkan pembalap mobil profesional GT3, Jono Lester. Tujuannya adalah mengukur pengaruh produk terhadap performa kendaraan dan membangun kepercayaan pasar. Tukang Solar, sebagai usaha skala kecil, mengembangkan produknya tanpa pendanaan dari investor besar maupun program pembinaan pemerintah.
Perusahaan ini memiliki empat lini produk utama: Aditif Solar untuk mesin diesel, Aditif Solar Pro dengan formula pembersih sistem injeksi, Aditif Bensin untuk mesin bensin, dan Aditif Oli yang dapat digunakan pada sepeda motor dan mobil.
Dalam pengujian di Thailand, kombinasi Aditif Oli dan Aditif Bensin diaplikasikan pada sebuah Toyota FJ Cruiser yang disediakan oleh TOM’S Racing Thailand. Pengujian dilakukan secara ketat di atas mesin Dynotest dengan metode transparan, disaksikan oleh para ahli teknik dari KNT Motorsport dan TOM’S Racing Thailand.
Jono Lester memantau dan merasakan langsung jalannya pengetesan untuk memastikan objektivitas hasil. Data ilmiah yang tercatat menunjukkan lonjakan tenaga kendaraan bensin dari angka dasar 127,78 tenaga kuda (HP) menjadi 132,79 HP, atau meningkat 5,01 HP. Torsi juga terkerek tajam dari 274,04 Newton meter (Nm) menjadi 290,94 Nm, menunjukkan peningkatan instan sebesar 16,90 Nm. Namun, hasil ini berasal dari pengujian satu unit kendaraan dengan kondisi dan metode spesifik, sehingga belum dapat digeneralisasi untuk semua jenis kendaraan.
Jono Lester menjelaskan bahwa peningkatan performa kendaraan dapat dirasakan setelah penggunaan produk tersebut. Menurutnya, kenaikan tenaga yang tercatat cukup signifikan jika dibandingkan dengan cara penggunaan produk yang relatif sederhana. “Kenaikan tenaga hingga beberapa persen ini diraih hanya dengan sebotol aditif yang harganya sangat murah. Luar biasanya, lonjakan performa yang diberikan terasa seperti kita sedang menambahkan part racing khusus ke dalam mobil ini. Produk lokal ini benar-benar membuktikan kelasnya,” ujarnya.
Bagi Tukang Solar, pengujian di luar negeri ini tidak hanya bertujuan untuk promosi, tetapi juga sebagai upaya memperoleh masukan teknis dan memperluas jaringan pasar. Perusahaan berencana melanjutkan pengujian dalam jangka waktu lebih panjang pada kendaraan dengan spesifikasi balap.
Strategi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis teknologi. Selain membutuhkan modal untuk riset dan produksi, pelaku usaha juga harus membangun kredibilitas melalui pengujian, standardisasi, dan kerja sama dengan mitra yang memiliki reputasi industri. Jika pengujian lanjutan memberikan hasil yang konsisten, Tukang Solar berpeluang memperluas pemasarannya ke segmen otomotif dan motorsport. Namun, pengembangan pasar tetap memerlukan pembuktian pada lebih banyak kendaraan, keterbukaan metodologi pengujian, serta pemenuhan standar mutu dan keamanan produk.
Ikuti Detak.media
