— PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diproyeksikan menjadi pemain emas terkemuka di kawasan Asia Pasifik berkat kepemilikan cadangan yang sangat besar. Prospek positif ini mendorong sejumlah broker untuk memberikan target harga yang tinggi bagi saham EMAS.

Menurut riset yang dirilis oleh Verdhana Sekuritas, tambang Pani Gold yang dimiliki oleh EMAS merupakan salah satu cadangan emas terbesar di Asia Pasifik yang belum seluruhnya dikembangkan.

Perusahaan ini mengelola cadangan emas sebanyak 7,4 juta ton, didukung oleh fasilitas heap leach (HL) carbon in leach (CIL) yang mampu memproses 19 juta ton per tahun. Kapasitas ini diperkirakan mampu menopang produksi emas hingga 545 ribu ounces per tahun dengan umur tambang yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2040.

Proyeksi Laba Bersih dan Target Harga Saham

Lebih lanjut, Verdhana Sekuritas memprediksi pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) laba bersih EMAS antara tahun 2026 hingga 2029 akan mencapai 64%. Perusahaan berada dalam posisi yang kuat untuk memenuhi target penjualan perdana antara 100 ribu hingga 115 ribu ounces pada tahun 2026, dengan biaya produksi yang diperkirakan mencapai US$1.500 per ton. Angka ini, menurut riset, hanya setengah dari rata-rata biaya produksi pemain emas global.

Keberhasilan perseroan dalam melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) dinilai sebagai katalis positif tambahan yang akan memperluas basis investor EMAS. Dengan pertimbangan tersebut, Verdhana Sekuritas menyematkan rekomendasi ‘buy’ untuk saham EMAS, menetapkan target harga Rp9.125. Target ini menunjukkan potensi kenaikan sebesar 33% dari harga saham pada saat riset dibuat, yaitu Rp6.850.