— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya TNI yang menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Acara yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, melibatkan TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa panen raya ini adalah bukti nyata kolaborasi yang kuat. “Capaian ini adalah hasil dari sinergi TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kami memohon arahan Bapak Presiden agar seluruh program yang kami laksanakan tetap selaras dengan kebijakan pemerintah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujar Panglima TNI.

Hilirisasi Tebu untuk Nilai Tambah Ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga meninjau langsung hilirisasi tebu yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I. Hilirisasi ini menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, termasuk molase, bioetanol, bahan baku industri dan farmasi, serta pupuk organik.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan bioetanol merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Bioetanol yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai fuel-grade etanol untuk campuran bahan bakar, tetapi juga sebagai bahan baku produk turunan seperti extra neutral alcohol untuk industri kosmetik dan farmasi, spiritus, serta pupuk hayati.

Melalui anak perusahaan PT Energi Agro Nusantara (Enero), PTPN I mengolah tetes tebu menjadi bioetanol dengan kapasitas produksi 100 kiloliter per hari. “Bioetanol tersebut dimanfaatkan sebagai fuel grade etanol untuk campuran bahan bakar, termasuk Pertamax Green 95. Selain itu, kami juga menghasilkan extra neutral alcohol untuk kebutuhan kosmetik dan farmasi, spiritus, serta pupuk hayati,” ungkap Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Fondasi Kemandirian Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional adalah tanggung jawab bersama. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat, sebagai fondasi untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya mengajak semua kekuatan bangsa, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita,” tegas Presiden Prabowo.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta jajaran pimpinan TNI dan Polri, kepala daerah, dan direksi BUMN.