— JAKARTA – Perubahan skema potongan komisi oleh aplikator layanan transportasi daring, Gojek dan Grab, dari sebelumnya 20% menjadi 8% ternyata tidak secara otomatis menjamin peningkatan pendapatan bagi para mitra driver.

Sejumlah faktor lain turut memengaruhi besaran pendapatan harian para mitra. Faktor-faktor tersebut meliputi jam aktif, wilayah operasi, jenis layanan yang diambil, hingga fluktuasi permintaan pasar.

“Besaran komisi bukan satu-satunya penentu pendapatan harian. Yang terpenting adalah bagaimana mencari order di kawasan yang memiliki mobilitas dan antrean perjalanan tinggi,” ujar Dedy Tarmizi, seorang mitra Grab asal Jakarta, pada Jumat (17/7/2026).

Menurut pengalamannya, cara mitra mengatur aktivitas di lapangan sangat krusial. Dedy mencontohkan, jika berada di kawasan seperti Sudirman, Jakarta, yang memiliki antrean panjang, maka potensi pendapatan akan meningkat.

Senada dengan itu, mitra lainnya, Inos Delsianos Yus, memilih untuk mencari order di area stasiun dan Mass Rapid Transit (MRT) ketika permintaan di sekitar area sekolah mulai melambat. Ia menekankan bahwa perubahan pendapatan perlu dilihat bersamaan dengan kondisi riil di lapangan terkait ketersediaan order.

“Dalam menyiasati orderan yang sepi, biasanya saya mencari tempat yang ramai, seperti stasiun atau MRT. Jangan sampai berhenti bersemangat mencari rezeki,” kata Inos.

Arief, mitra lain yang beroperasi di Jakarta, memiliki strategi tersendiri. Ia mengatur penempatan lokasinya berdasarkan jam-jam krusial, seperti waktu berangkat kerja, jam makan siang, dan saat jam pulang kantor. Pendekatannya ini tidak hanya mengandalkan satu kondisi pasar.

“Kita harus bisa mengatur tempat dan waktu. Alhamdulillah, masih banyak yang stabil pendapatannya dan ada pula yang meningkat,” ungkap Arief.

Pengalaman para mitra ini menunjukkan bahwa dampak dari skema komisi baru tidak bisa disimpulkan hanya dari pengamatan satu hari atau satu indikator saja. Analisis yang komprehensif perlu mempertimbangkan jumlah perjalanan, total waktu aktif, area operasional, jenis layanan yang dijalankan, serta kondisi permintaan pada periode waktu yang sama.