— BEKASI – FUD Racing, yang identik dengan dunia balap motor, kini melebarkan sayapnya ke ranah sepak bola. Organisasi ini akan menggelar turnamen sepak bola usia dini bertajuk FUD Racing Championship Bekasi 2026.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara FUD Racing dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Citra Muda FC dan PSSI Kabupaten Bekasi. Turnamen dijadwalkan dimulai pada 3 Oktober dan akan diselenggarakan di Lapangan Desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi.

FUD Racing Championship Bekasi 2026 akan mempertandingkan beberapa kategori usia, meliputi U-9, U-11, U-13, U-15, U-16, dan U-17. Pertandingan akan menggunakan format setengah kompetisi, di mana tim-tim akan dibagi dalam beberapa grup.

Bagi FUD Racing, penyelenggaraan turnamen sepak bola usia dini ini memiliki filosofi yang sama dengan kegiatan mereka sebelumnya di dunia balap motor. Organisasi ini memiliki rekam jejak dalam menggelar turnamen balap untuk usia muda.

“Dahulu saat FUD Racing masih menggelar event balap motor, dirancang untuk menemukan dan melatih talenta balap muda di Indonesia, yang hasilnya saat ini ada banyak pebalap di Kejuaraan Asia maupun dunia merupakan salah satu para pembalap jebolan ajang FUD Racing Championship Mini Gp,” tutur Feri Andrian, pendiri FUD Racing.

Feri menambahkan, dengan terjun ke sepak bola, FUD Racing memiliki harapan besar. “Kini kami terjun ke sepak bola dan berharap dari FUD Racing Championship 2026 lahir pesepakbola level dunia. Karena dari ajang ini, kita akan menjaring bibit unggul dari SSB yang mengikuti ajang turnamen FUD Racing dan kita akan memasukan mereka ke akademi FUD Racing,” jelasnya.

Ketua FUD Racing Championship, Amsar Hermawan, menyampaikan bahwa periode pendaftaran peserta dibuka mulai 22 Agustus hingga 22 September. Meskipun demikian, antusiasme dari masyarakat untuk mengikuti turnamen ini sudah sangat tinggi.

“Kita hanya membuka kuota 16 tim per usia,” ujar Amsar.

Selain itu, FUD Racing Championship berencana untuk memperluas jangkauan dengan menggelar zona daerah tingkat Jawa Barat hingga ke tingkat nasional. Penyelenggara tidak hanya berfokus pada pembinaan talenta muda, tetapi juga berkomitmen untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah sekitar lokasi acara.

“Jadi saat event berlangsung, UMKM di sekitar lapangan ikut merasakan dampak. Mereka bisa berjualan tanpa kami pungut biaya,” ungkap Amsar.