— JAKARTA – Kekalahan Liverpool dari Leeds United dalam laga uji coba pramusim di Soldier Field Stadium, Chicago, pada Senin (3/8/2026) dini hari WIB, kembali menyoroti kelemahan krusial The Reds dalam mengantisipasi bola mati. Tim asuhan Juergen Klopp ini takluk dengan skor 2-4, di mana dua gol Leeds tercipta melalui skema lemparan ke dalam yang panjang dari Ethan Ampadu.

Situasi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai. Ia menilai bahwa insiden tersebut merupakan alarm peringatan bagi timnya untuk segera melakukan perbaikan. Catatan musim lalu menunjukkan bahwa Liverpool merupakan tim yang paling banyak kebobolan dari bola mati di Premier League, dengan total 20 gol. Angka ini setara dengan 37,7 persen dari total gol yang bersarang di gawang mereka, yang merupakan rasio terburuk di liga.

Kelemahan dalam pertahanan bola mati ini diyakini menjadi salah satu faktor utama kegagalan Liverpool mempertahankan gelar Premier League musim lalu, yang membuat mereka harus puas finis di posisi kelima. Szoboszlai menegaskan pentingnya perbaikan segera agar cerita serupa tidak terulang di musim mendatang.

“Sekarang kami tahu kami kebobolan dua gol dari bola mati, kami harus lebih memperhatikannya. Musim lalu adalah ketika segalanya mulai sangat penting di sepak pojok, lemparan ke dalam yang panjang,” ujar Szoboszlai seperti dilansir Sky Sports. Ia menambahkan, “Kami harus memperhatikannya, atau musim depan akan sama seperti musim lalu.”

Szoboszlai menekankan perlunya setiap pemain menjalankan tugasnya dengan disiplin dalam situasi bola mati. “Bola mati, semua orang harus melakukan tugasnya, atau kami tidak akan kebobolan. Kami juga manusia, bisa bikin kesalahan. Kami harus bereaksi, itu penting. Kami masih ada dua pertandingan lagi sebelum musim mulai,” pungkasnya, menunjukkan optimisme bahwa masalah ini masih bisa diatasi sebelum kompetisi resmi bergulir.