Detak.media — Lima berita ekonomi paling populer hingga Sabtu, 18 Juli 2026, mencakup perkembangan harga emas perhiasan, transaksi saham bernilai triliunan, hingga strategi bisnis emiten-emiten ternama.
Harga Emas Perhiasan Stabil
Pada Sabtu, 18 Juli 2026, harga emas perhiasan terpantau stabil di sejumlah pedagang emas besar seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh permintaan industri global, fluktuasi mata uang, dan kebijakan bank sentral terkait cadangan emas. Rincian harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat dapat disimak lebih lanjut.
Transaksi Jumbo Saham BBCA oleh Asing
Jumat, 17 Juli 2026, terjadi transaksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai triliunan rupiah di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut data Stockbit Sekuritas, investor asing melalui broker JP Morgan Sekuritas melakukan crossing saham BBCA senilai Rp 1,2 triliun dengan harga rata-rata Rp 6.400 per saham. Total saham BBCA yang ditransaksikan mencapai 1,9 juta lot saham.
Proyek Baru Triliunan dari Emiten Hermanto Tanoko
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Hermanto Tanoko, mengumumkan ekspansi bisnis ke Pulau Dewata, Bali. Ekspansi ini menyusul kesuksesan VASA Hotel sebagai ikon kemewahan bintang lima di Surabaya dan pembukaan VASA Suite di pusat Kota Surabaya. Aksi korporasi ini merupakan langkah strategis dari Tanrise selaku perusahaan induk.
Grup Bakrie Cari Pendapatan Baru Lewat Tiga Anak Usaha
PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten Grup Bakrie, mendirikan tiga anak usaha baru: PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality. Pendirian perusahaan baru ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan investasi perseroan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas lini bisnis di sektor kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality, serta memperkuat struktur usaha melalui anak perusahaan. Nirwan Dermawan Bakrie merupakan penerima manfaat akhir dari Darma Henwa.
Tips Investasi Saham dari Lo Kheng Hong
Investor kawakan Lo Kheng Hong berbagi pandangannya mengenai waktu yang tepat untuk membeli saham dalam Seminar Mercu Buana Investment Festival (Minfest) 2026 pada 24 Juni 2026. Ia menyatakan bahwa waktu terbaik untuk membeli saham adalah ketika pasar sedang mengalami gejolak atau banyak saham yang ‘berdarah-darah’. Namun, ia juga menekankan pentingnya doa dalam menghadapi situasi tersebut jika ketersediaan dana menjadi kendala.
Ikuti Detak.media
