— JAKARTA – Laba bersih PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melonjak 313,4% menjadi US$104,38 juta selama paruh pertama tahun 2026. Kinerja positif ini menjadi salah satu katalis yang berpotensi mendorong penguatan saham INCO menuju target harga yang lebih tinggi.

Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, laba bersih INCO pada kuartal II-2026 tercatat mengalami kenaikan 39,3% secara kuartalan, mencapai US$60,8 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi kenaikan harga rata-rata nikel matte (ASP) sebesar 20,6% menjadi US$14.491 per ton dan perbaikan efisiensi biaya pokok penjualan yang turun 3,6% menjadi US$10.005 per ton.

“Ini mencerminkan disiplin pengendalian biaya produksi yang terjaga di tengah volatilitas bahan baku akibat tekanan geopolitik dan kenaikan penggunaan bahan baku pada periode berjalan,” tulis Phintraco dalam risetnya.

Sementara itu, selama semester I-2026, perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 27,3% menjadi US$543,1 juta. Pendapatan ini ditopang oleh peningkatan penjualan bijih nikel yang signifikan sebesar 2.840% menjadi US$142,3 juta. Akselerasi volume penjualan dari tambang Bahodopi dan Pomalaa berkontribusi pada lonjakan ini, mencapai 2,5 juta ton.

Proyek Baterai EV dan Target Harga Saham

Phintraco mencatat bahwa proyek HPAL Sambalagi, yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP), menunjukkan kemajuan signifikan. Kedatangan komponen inti teknologi HPAL, yaitu autoclave atau reaktor bertekanan tinggi, menjadi bukti nyata perkembangan proyek ini. Teknologi HPAL ini berfungsi memproses bijih nikel limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan produk antara krusial dalam produksi material baterai kendaraan listrik.

Hal ini menempatkan INCO, melalui IGP, sebagai pemain strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Model bisnis ini menawarkan nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan produk nikel maupun bijih nikel yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

Dengan pertimbangan tersebut, Phintraco mempertahankan rekomendasi buy untuk saham INCO dengan menetapkan nilai wajar sebesar Rp6.950. Angka ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 33% dari harga saham saat riset tersebut dibuat.