Detak Media — JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang hanya membukukan Rp 117,16 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 30 Juni 2026, emiten rokok Gudang Garam melaporkan laba per saham mencapai Rp 1.547. Angka tersebut meroket jika dibandingkan dengan Rp 61 per saham pada akhir Juni 2025.
Meskipun pendapatan atau omzet Gudang Garam mengalami penurunan menjadi Rp 41,17 triliun dari Rp 44,36 triliun pada semester I-2025, perusahaan melakukan strategi efisiensi biaya pokok produksi. Upaya ini berhasil menekan biaya pokok ke angka Rp 35,19 triliun, turun dari Rp 40,58 triliun pada periode sebelumnya.
Hasil dari efisiensi tersebut, Gudang Garam (GGRM) membukukan laba bruto sebesar Rp 5,98 triliun dalam enam bulan pertama tahun 2026. Angka ini meningkat pesat dari Rp 3,78 triliun pada periode Januari-Juni 2025.
Per 30 Juni 2026, total aset perusahaan tercatat menguat menjadi Rp 77,87 triliun, yang ditopang oleh peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp 8,71 triliun. Total liabilitas GGRM tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.